News Update
Siantar News / Headline / Siapa Bilang Pembangunan Sutet di Simalungun Tanpa Kompensasi?

Siapa Bilang Pembangunan Sutet di Simalungun Tanpa Kompensasi?

SiantarNews|Simalungun,- Pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di Simalungun selalu memperhatikan dan menjalankan ketentuan peraturan yang berlaku. Termasuk soal kompensasi, sebagian besar sudah dibayar dan sebagian lagi masih dalam proses.

Demikian dikatakan Pelaksana Pembangunan Sutet di Simalungun, J Situmorang, Sabtu (26/11/2016) di Jalan Rajamin Purba, Kota Siantar. “Siapa bilang pembangunan Sutet di Simalungun tanpa kompensasi? Kami sudah bayar dan yang lainnya sedang dalam proses,” ujar J Situmorang.

Dijelaskan J Situmorang, selain membayar kompensasi, sosialisasi pembangunan Sutet, juga telah dilakukan secara berkelanjutan. Bahkan, sebelum tahun 2008, juga sudah dilakukan sosialisasi. Saat itu, tapak (landasan) tower telah dibangun. Serta, pasca terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) nomor 038 tahun 2013, sosialisasi juga terus dilakukan.

Katanya, di tahun 2008, keharusan memberikan kompensasi kepada warga yang lahan, tanaman dan rumahnya  dilintasi jaringan Sutet, belum ada diatur. Melainkan, hal itu mulai diatur melalui Permen ESDM nomor 038 tahun 2013.

Sejak lahirnya Permen ESDM nomor 308 tahun 2013 itu, pihak pelaksan pembangunan Sutet di Simalungun, mulai melakukan pembangunan Sutet, sesuai dengan ketentuan itu. Termasuk persoalan kompensasi, sebagian sudah dibayar. Dan sebagian lagi dalam proses pembayaran.

Katanya, jika ada warga yang belum dibayarkan kompensasinya, dan belum pula diproses untuk pembayaran, itu bukan berarti tidak akan diberikan kompensasi. Melainkan, hal itu disebabkan, karena adanya permintaan warga, agar menghitung ulang harga dan ukuran lahan maupun bangunannya.

Terhadap permintaan itu, pihak pelaksana pembangunan pun mengakomodir permintaan warga yang seperti itu. Sehingga, pengukuran ulang, akan dilakukan. Setelah itulah, kompensasi dibayarkan.

Terkait tudingan yang menyebut pembangunan Sutet tanpa IMB (Izin Mendirikan Bangunan), tanpa memiliki dokumen UKL-UPL, J Situmorang dengan tegas membantahnya. Karena, proses persyaratan berupa dokumen lingkungan berupa UKL – UPL, telah disetujui dan IMB juga sudah ada.

J Situmorang juga menegaskan, kalau masyarakat dilintasan jaringan Sutet nantinya, secara umum, juga tidak ada lagi yang berkeberatan dengan pembangunan Sutet di Simalungun. Namun, ada masyarakat yang ribut dan keberatan, namun warga itu tidak berada di lintasan jaringan Sutet yang akan dibangun.

Editor : MGP

Baca Juga

DKI Kota Toleransi Terendah, Manado Kota Paling Toleran Menyusul Pematangsiantar

SiantarNews|Jakarta,– SETARA Institute menggelar konfrensi pers terkait peringkat kota toleran se-Indonesia (IKT). Hasil Manado sebagai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!