News Update
Siantar News / Headline / Keterlaluan, Kepsek SD Bangun Pane Larang Siswinya Sekolah
Korban bersama kedua orangtuanya (Foto Manson)

Keterlaluan, Kepsek SD Bangun Pane Larang Siswinya Sekolah

SIANTARNEWS|SIMALUNGUN-Sarmianta Boru Purba selaku Kepala Sekolah SDN 094097 Huta Pokkalan Tongah, Nagori Bangun Pane, Kecamatan Dolok Pardamean, melarang siswinya, bernama Ristayani boru Sinaga (10) mengikuti proses belajar-mengajar.

Informasi yang dihimpun Siantarnews, Rabu (30/9/2015), Ristayani boru Sinaga yang duduk dibangku kelas IV SD, tidak diperbolehkanya masuk sekolah, hanya gara-gara kehilangan barang inventaris sekolah yang ada di rumah dinas sekolah.

Kepsek menghukum siswi kelas IV itu, tidak boleh bersekolah selama dua bulan.

Melihat hal tersebut, LSM Perintis dan ibu korban membuat pengaduan ke Polres Simalungun. TP Simarmata menceritakan,  pertengahan bulan Juli lalu, tepatnya 15 Juli 2015 pada saat libur sekolah, adik kandung Sarmianta yakni Risna Maria Purba kehilangan barang-barang dari dalam rumah dinasnya di kompleks sekolah.

Kepsek Boru Purba menuduh Ristayani sebagai pelaku, dan memaksa Ristayani  untuk mengaku mengambil barang barang adiknya itu berupa 5 buah buku tulis, 1 buah celengan anak dari Risna Maria boru Purba.

“Kalau kamu tidak mengaku, kau tidak bisa selamanya bersekolah. Kalau tidak mengaku akan saya panggil Polisi biar kamu di listrik. Itu dipaksakan Sarmianta kepada anak saya, ” kata TP Simarmata, dan didampingi ibu kandung korban, menjelaskan perkataan Kepsek

Menurut wakil ketua LSM ini, pihaknya sebagai pendamping orangtua korban, sudah  melaporkan perbuatan Sarmianta ke Polsek Dolok Pardamean.Namun kepolisian sektor menganjurkan peristiwa itu dilapor langsung ke Polres Simalungun, karena di Polsesk tidak ada Pelayana Perempuan dan Anak (PPA)

“Kejadian itu telah menodai   dunia pendidikan di Kabupaten Simalungun , mangkanya kita langsung melapor” ungkapnya

LSM Perintis mengaku kecewa atas pengaduan yang telah dilaporkan, lantaran Polres Simalungun tidak proa aktif menindak lanjutinya.

“Sampai saat ini pelaporan kami belum di BAP. Hanya dimintai keterangan, sehingga hari ini kami meminta pihak Polres Simalungun untuk menindak lanjutinya segera. Dan kami selaku LSM Perintis juga meminta pihak Dinas Pendidikan  untuk mencopot jabatan Sarmianta Boru Purba sebagai Kepsek” terang TP Simarmata

Sementara dari Pihak Polres Simalungun Iptu Suandi Sinaga selaku KBO Reskrim melalui Brigadir Wira F Sinaga selaku Ba. Sat Reskrim Unit PPA membenarkan pelaporan pihak korban melalui pendamping dari LSM Perintis.

“Pelaporan pihak korban melalui pendamping dari LSM Perintis benar adanya, dan atas disposisi dari Kasat, kita layangkan surat pemanggilan terhadap korban berikut saksi yakni orangtua korban dalam rangka di mintai keterangan. Setelahnya, pihak yang kehilangan dan kepala sekolah terkait sudah kita panggil, ” kata polisi Sat Unit PPA Polres Simalungun ini.

Penulis Manson Purba

Editor : Rindu

Baca Juga

Pakai Sabu dan Ganja, Empat Orang Diringkus dari Gubuk di Perladangan Warga

SiantarNews|Simalungun,- Diduga sedang asik mengkonsumsi Narkotika Jenis Sabu dan Ganja, 4 orang diringkus petugas Polsek Dolok ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!