Siantar News / Headline / JR Saragih Sebut Guru Merupakan Murid Malaikat, Jon Roi Purba : “Manis di Bibir”
Bupati JR Saragih dan salah seorang undangan (Foto Ist)

JR Saragih Sebut Guru Merupakan Murid Malaikat, Jon Roi Purba : “Manis di Bibir”

SiantarNews|Simalungun-Guru merupakan murid-murid malaikat sehingga diminta untuk tetap semangat menjadi guru. Moril mengajar jangan menurun kualitasnya. Hal itu disampaikan Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih saat menyampaikan sambutannya dalam acara seminar nasional pendidikan dalam mewujudkan sekolah ramah dan peduli anak Kabupaten Simalungun di Auditorium T. Johan Garingging Simalungun City Hotel, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Jumat (12/5/2017).

Melalui seminar tersebut Bupati yang akrab disapa JR Saragih ini mengatakan melalui pendidikan maka Kabupaten Simalungun akan memiliki mutu dan kualitas terbaik untuk generasi di masa mendatang.

Terkait pernyataan JR Saragih yang menyebut guru merupakan murid-murid malaikat, Ketua Lembaga Kajian Publik dan Politik (LKP2) Jon Roi Purba mengatakan, apa yang disampaikan JR Saragih hanya manis di bibir saja. Jon menilai, perkataan Bupati JR Saragih tidak berbanding lurus dengan peliknya problematika penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Simalungun yang dihadapi guru saat ini.

Menurutnya, proses pembelajaran di sekolah yang ramah dan peduli anak sulit diwujudkan lantaran guru tidak merasakan kenyamanan. Para guru sambung Jon saat ini dihantui sejumlah kebijakan dari dinas pendidikan setempat yang meresahkan. Banyak guru, khususnya yang Non PNS tak nyaman mendidik anak. Bupati terkesan membiarkan permasalahan yang mereka hadapi,” terangnya

Pihaknya lanjut Jon meragukan komitmen dan konsitensi Bupati JR Saragih dalam meningkatkan kuwalitas pendidikan di ‘Bumi Habonaron Do Bona’. Sebab kata alumnus Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada ini, penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Simalungun belum bebas dari politik pendidikan.

Berdasarkan kajian LKP2, anggaran pendidikan dalam APBD Simalungun beberapa tahun terakhir hingga APBD 2017 belum menunjukkan keberpihakan kepada guru dan peserta didik. Anggaran yang semestinya diperuntukkan untuk peningkatan kompetensi guru justru dialihkan ke sektor lainnya. “Guru sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran di sekolah akan kesulitan mendidik anak, dan menciptakan sekolah yang ramah dan peduli anak, karena mereka pun tak merasa nyaman,” tandasnya

Jon juga meragukan kemampuan Resman Saragih yang saat ini memimpin Dinas Pendidikan. Baginya bila sekolah dinilai kurang atau tidak ramah terhadap anak atas maraknya kekerasan terhadap anak saat ini, tanggungjawab tidak boleh semata-mata hanya dialamatkan kepada guru. Sebab, bicara pendidikan melibatkan komponen yang ada seperti sekolah, orangtua dan lingkungan. “Jika guru dianggap kurang mendidik anak, bukan seminar solusinya,” pungkasnya.

Dalam seminar pendidikan itu, Kepala Dinas Pendidikan Resman Saragih mengatakan dengan meningkatnya tindak kekerasan pada anak, baik dilakukan oleh di kalangan sekolah mulai dari pegawai, guru serta siswa itu sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan seminar ini untuk bisa menguatkan hati para guru-guru dalam mendidik anak di sekolah.

“Seminar ini bisa memberikan sosialisasi terhadap para pengajar di Kabupaten Simalungun sehingga tercipta sekolah ramah dan peduli anak,” bebernya.

Sementara itu, Komisioner KPAI Pusat Erlinda menuturkan bila kesuksesan anak ada di tangan kita dan datang dari hati. “Jika mendidik dengan salah, maka akan berpengaruh buat masa depan anak. Makanya, banyak anak sering mendapat bullying karena anak tersebut kurang mendapat perhatian,” ucapnya. (RS|DAR|REM)

 

Baca Juga

Mobil Terbakar di SPBU Perumahan Perwira Korem 022/PT

SiantarNews|Simalungun,- Satu unit mobil Toyota Kijang BK 1612 TJ milik Dinas Korem 022/Pantai Timur terbakar saat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!