News Update
Siantar News / Headline / DPRD Simalungun Pasti Dukung Pembangunan, Termasuk Pembangunan Sutet

DPRD Simalungun Pasti Dukung Pembangunan, Termasuk Pembangunan Sutet

SiantarNews|Simalungun,- Wakil Ketua DPRD Simalungun, Rospita Sitorus didampingi sejumlah anggota dewan lainnya, Abu Sofian dan Dadang Pramono, merasa tersinggung, ketika disebut tidak mendukung pembangunan.

Menurutnya, DPRD Simalungun sudah pasti mendukung pembangunan. Termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet). Apalagi, pembangunan Sutet itu merupakan program strategis nasional. Sehingga, patut untuk didukung.

Beranjak dari tudingan itu, Rospita Sitorus bersama Dadang Pramono dan Abu Sofian, menggelar temu pers di Cafe Ivony Jalan Sutomo, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Sabtu (26/11/2016).

Pada temu pers itu, Rospita menegaskan kalau dirinya dan lembaganya selalu mendukung pembangunan Sutet. Hanya saja, dalam pembangunan itu, disarankan, agar mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seperti, memberikan kompensasi kepada warga yang lahan, pemukiman dan tanamannya bakal dilintasi jaringan Sutet. Serta menyertakan dokumen lingkungan berupa Usaha Pengelolaan Lingkungan dan Usaha Perlindungan Lingkungan (UKL-UPL). Dihimbau juga, agar sosialisasi pembangunan Sutet, agar dilakukan dengan maksimal.

Katanya, DPRD Simalungun menyikapi pembangunan Sutet di Simalungun, karena ada keberatan dari warga Perumahan Permai di Kelurahan Dolok Merlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Terhadap keberatan itu, DPRD Simalungun melalui Komisi 3 dan kemudian melalui lintas komisi, melakukan upaya tindak lanjut. Dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

Dari RDP itulah, diminta kepada PLN agar menghentikan sementara pembangunan tower dan jaringan Sutet di Simalungun, hingga persoalan kompensasi dengan warga dituntaskan.

Menyikapi pernyataan Rospita Sitorus ini, Pelaksana Pembangunan Sutet di Simalungun, J Situmorang, dengan tegas membantah terkait pembayaran kompensasi tersebut.

Menurutnya, kompensasi sebagian telah dibayarkan kepada warga. Sedangkan sebagian lagi, sedang dalam proses pembayaran. Termasuk sosilisasi juga sudah dilakukan. Begitu juga dengan IMB dan dokumen UKL-UPL, juga sudah dimiliki.

Sebut Situmorang, secara umum, persoalan dengan masyarakat, sudah tidak ada lagi. Sebab, bila pun ada yang belum diproses pembayarannya, itu bukan berarti tidak akan dibayar. Melainkan, hal itu dampak dari permintaan warga, yang meminta agar dilakukan penghitungan dan pengukuran ulang terhadap lahan dan rumahnya.

Terhadap permintaan itu, pihak pelaksana pembangunan Sutet mengaku sedang melakukan pengukuran dan penghitungan ulang. Setelah itu dilakukan, pembayaran kompensasi akan dilakukan.

J Situmorang juga menjelaskan, sudah ratusan warga yang telah menerima pembayaran kompensasi ganti untung, dampak dari pembangunan Sutet. Nilai kompensasinya bervariasi, tergantung hasil perhitungan dari lembaga independen yang melakukan penilaian. “Ada yang menerima 30 an juta rupiah. Ada yang terima 60 an juta rupiah. Namun ada juga warga yang menerima ganti untung Rp 178 juta,” ujarnya.

Editor : MGP

Baca Juga

Gadis Cantik Gagal Dugem Didiskotik Karena Kena Ciduk Bawa Ekstasi

SiantarNews|MEDAN-Keburu ditangkap polisi, Sucihayati (26) warga Jalan Starban, Gang Garuda, Medan Polonia gagal untuk dugem ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!