Siantar News / Headline / Alhamdulilah, Mantan Kepala BPN Simalungun Kembalikan Kerugian Negara
Asli Dachi saat menjalani persidangan di PN Medan (Foto ist)

Alhamdulilah, Mantan Kepala BPN Simalungun Kembalikan Kerugian Negara

SiantarNews|Simalungun-Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (29/8/2016) menjatuhkan vonis empat tahun penjara, denda Rp 200 juta dengan subsider lima bulan kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 917 juta dengan ketentuan atau pidana 18 bulan penjara kepada mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Simalungun, Asli Dachi.

Dua bulan kemudian, tepatnya pada Jumat (28/10/2016), terpidana melalui keluarganya  mengirimkan uang sebanyak Rp 917.841.195 ke rekening No:0113 01001686303 an RPL 005 Kejari Siantar-Simalungun.

Lantaran kerugian negara sudah dikembalikan maka terpidana tidak lagi menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan penjara (subsider), akan tetapi hanya hukuman pokok yakni 4 tahun penjara.

Demikian dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun Irvan Paham PD Samosir melalui Kasi Intel P Kertagama Sinaga, didampingi Kasi Pidsus Rendra Y Pardede kepada wartawan, Rabu (2/11/2016) di ruang kerjanya.

Rendra bilang, hal yang terpenting bagi pihaknya adalah menyelamatkan kerugian negara, dan dalam hal ini sudah berhasil mengembalikan kerugian negara,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Asli Dachi yang menjabat Kepala BPN saat itu mendapat proyek pengadaan sertifikat berupa 1.410 bidang tanah aset Pemkab Simalungun dan mendapat dana hibah untuk itu melalui APBD Simalungun tahun 2014.

Lalu Asli Dakhi membentuk panitia yang ternyata “bodong”, karena setelah diteliti susunan panitia tidak sesuai dengan ketentuan. Ia telah memasukkan orang-orang yang bukan pegawai di kantor BPN Simalungun dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada bulan Mei 2015 dana belanja hibah dari Pemkab Simalungun Rp2 miliar ternyata terkirim ke rekening pribadi milik Asli Dakhi bukan ke rekening panitia.

Hasilnya dari 1.410 sertifikat, terdakwa hanya menerbitkan 5 sertifikat lalu ia pindah tugas ke Palangkaraya dan jabatannya digantikan oleh Ismet Sofiansyah, kemudian menerbitkan 6 sertifikat sehingga berjumlah 11 sertifikat dengan biaya sekitar Rp60 juta. (MS,Snw)

Baca Juga

Pakai Sabu dan Ganja, Empat Orang Diringkus dari Gubuk di Perladangan Warga

SiantarNews|Simalungun,- Diduga sedang asik mengkonsumsi Narkotika Jenis Sabu dan Ganja, 4 orang diringkus petugas Polsek Dolok ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!