Siantar News / Simalungun / Pendidikan / Akibat Konsumsi Daging B2 Mentah, Cacing Pita Yang Ditemukan di Simalungun Hampir Dipastikan Spesis Baru
Caing Pita Spesis Baru

Akibat Konsumsi Daging B2 Mentah, Cacing Pita Yang Ditemukan di Simalungun Hampir Dipastikan Spesis Baru

SiantarNews|Simalungun,- Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) DR dr Umar Zein, DTM&H mengungkapkan, terkait penelitian cacing pita sepanjang 10,5 meter dari tubuh warga di Desa Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun beberapa waktu lalu, hampir dipastikan bahwasanya cacing pita temuan tersebut merupakan spesis baru.

“Penemuan-penemuan lain sesuai literatur tidak ada yang menyatakan bahwasanya cacing pita di Simalungun itu sama, baik dari segi kepala maupun badannya. Maka saat ini hampir bisa kita pastikan bahwasanya cacing pita tersebut adalah spesis baru,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (11/12/2017).

Sebagai penemu, Umar Zein berkeinginan untuk memberikan nama kepada cacing pita temuannya itu dengan nama Taeniasis Umar Zein Strain Simalungun.

Lebih jauh, Umar Zein menyebutkan ciri-ciri cacing tersebut, yakni bagian kepala tidak mempunyai capit, kemudian jumlah cabang uterusnya di beberapa proglotik semua sama 16. Sementara sesuai literatur, cacing pita Asiatika pada kepala memiliki capit meskipun pendek, kemudian jumlah cabang uterusnya berjumlah 11 sampai 21.”Apakah ini benar atau tidak biar fakta nanti yang membuktikan,” jelasnya.

Untuk membuktikan temuan tersebut, Umar Zein mengaku dalam waktu dekat pakar taeniasis dari Jepang Profesor Akira Ito akan melakukan pemeriksaan pada cacing pita Simalungun itu secara bio molekuler.

Bila pemerikasan menunjukkan hasil yang positif, maka sudah bisa dipastikan jika cacing pita yang didapat akibat kebiasaan warga memakan daging babi mentah di Simalungun merupakan spesis baru.”Akan diperiksa secara bio molekuler dulu. Kalau positif, makin sudah pasti itu spesis baru,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Umum Perhimpunan Pathobiology Indonesia (PPI) Sumut-NAD, Prof DR dr Hadyanto Lim mengatakan penemuan cacing pita tersebut perlu diapresiasi. Sebab menurut dia, hal itu membuka wawasan bahwa penyakit yang dianggap tidak masalah ternyata ada ditemukan di daerah tertentu.

“Saya mendukung kemungkinan ini menjadi spesis baru yang perlu ditindaklanjuti secara biomolekuler,” pungkasnya. (Rey|BS)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Kapolres Simalungun Hadiri Upacara Apel Dansat Kodam I

SiantarNews|Simalungun,- Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan SIK MH menghadiri Upacara Pembukaan Apel Dansat Kodam I ...