Siantar News / Simalungun / Pendidikan / 3 Bulan Gaji Tak Dibayar, FGHS Aksi Turun ke Jalan Hari Ini
Rencana Aksi FGHS (Rel)

3 Bulan Gaji Tak Dibayar, FGHS Aksi Turun ke Jalan Hari Ini

SiantarNews|Siantar,- Tiga bulan gaji guru tak dibayar, Forum Guru Honor Simalungun (FGHS) akan menggelar aksi turun ke jalan pada Senin (14/5) pagi ini. 

“Kami sudah muak dengan janji-janji Pemkab. Hingga saat ini gaji rekan-rekan guru tak kunjung dibayarkan Dinas Pendidikan Simalungun,” ujar Ganda Armando Silalahi, ketua FGHS di dampingi sekretarisnya Benni Polin Purba, saat ditemui, di Siantar, Minggu (13/5) sore.

Unjuk rasa esok, kata Ganda, ditempuh lantaran keluhan guru selama ini tentang gaji tak jua diindahkan. Sudah berulangkali guru-guru menyampaikan aspirasinya bahwa gaji periode Maret, April dan Mei 2018 belum juga dibayar, tetapi Dinas Pendidikan Simalungun tak pernah mau menggubris.

Salah satu guru, Agus Edy Siahaan mengatakan, demonstrasi dilakukan karena suara guru tak lagi didengar. “Tuntutan kami sederhana. Bayarkan gaji kami. Apa susahnya memberikan hak kami,” tukasnya.

Menurut Ganda, rute aksi dimulai dari Raya Squre, kemudian ke Dinas Pendidikan, lanjut ke Kantor Bupati dan berakhir di depan kantor DRPD Simalungun. “Titik kumpul di Raya Squre dan aksi dimulai pukul 09.00 WIB,” pungkas Ganda.

Mendadak Beredar Pesan Berisi Larangan Berunjuk Rasa Bagi Guru Honor

Namun begitu informasi rencana demonstrasi ini bocor, mendadak beredar sejumlah pesan singkat, baik melalui sms maupun WhatsApp dan telepon yang bunyinya larangan terhadap guru honor untuk berunjuk rasa. Larangan itu dilayangkan oleh para kepala sekolah.

Ketua Forum Guru Honor Simalungun (FGHS), Ganda Armando Silalahi, mengatakan, di negara demokrasi ini, tak ada larangan untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Apalagi ini menyangkut hak-hak guru yang tidak dipenuhi pemerintah. Undang-undang bahkan menjamin setiap orang untuk menyampaikan aspirasinya.

Foto: Sms Imbauan untuk tidak unjuk rasa

“Kenapa kami dilarang menyampaikan aspirasi? Unjuk rasa kan dilindungi undang-undang,” tegasnya, saat ditemui di Jalan Parapat Pematangsiantar, Minggu (13/5).

Ganda geram karena rekan-rekan guru mendapatkan larangan untuk berunjuk rasa justru dari kepala sekolah. Isi seruan itu intinya agar guru PTT tidak ikut dalam aksi yang menuntut gaji yang belum dibayarkan.

“Beberapa kepala sekolah menelepon teman kami agar tidak mengikuti demonstrasi. Ada juga yang sampai mengancam dengan mengatakan ‘awas’ kalau hadir,” ucap Ganda.

Foto: Imbauan untuk tidak unjuk rasa

Menyikapi larangan ini, Ganda justru makin semangat mengajak kepada seluruh guru PTT yang ada di Simalungun untuk bersatu dan tidak perlu takut. Dikatakanya, kenapa guru harus takut menyuarakan kebenaran.

“Faktanya, kami belum digaji sejak Maret hingga Mei 2018. Kami bekerja tapi kenapa tidak digaji? Kami perlu makan. Ini kok malah ancam-mengancam?” timpalnya.

Foto: Bentuk imbauan yang beredar kepada guru PTT Simalungun.

Ganda menegaskan, pihaknya sudah bulat tekad menggelar aksi unjuk rasa. Demonstrasi akan dimulai dari Raya Squre, kemudian ke Kantor Bupati, ke Dinas Pendidikan lalu ke kantor DPRD Simalungun pada Senin, (14/5) pukul 09.00 WIB.

“Supaya publik tahu, fakta sebenarnya. Kami guru, kami menuntut hak-hak kami,” pungkasnya. (Red)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Korem 022/Pantai Timur Bekali Prajurit Ilmu Teritorial

SiantarNews|Komando Resor Militer (Korem) 022/Pantai Timur membekali prajuritnya dengan ilmu teritorial sebagai modal dasar dalam ...