News Update
Siantar News / Headline / Warga Tuna Netra di Yapentra Tanjung Morawa Punya Skill, Ini Penjelasannya
Pdt Edwin Sianipar (kiri) dan Manatar Sihombing (Kanan).

Warga Tuna Netra di Yapentra Tanjung Morawa Punya Skill, Ini Penjelasannya

SiantarNews|Siantar-Yayasan Pendidikan Tuna Netra yang (Yapentra) Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para orang-orang yang memililki gangguan atau hambatan dalam indera penglihatan.

Membina para tuna netra sejak kecil hingga kuliah, Yapentra Tanjung Morawa kini telah berusia 40 tahun sejak dibuka pada 20 April 1977 hingga saat ini. Pdt Edwin Sianipar, pendeta di Yapentra Tanjung Morawa, mengatakan, Yapentra khusus mendidik orang tuna netra.

“Yapentra khusus mendidik orang tuna netra. Saat ini, ada 69 orang tuna netra di Yapentra yang umumnya berasal dari (Provinsi) Sumatera Utara (Sumut). Ada juga yang dari Riau. Yapentra ini terbuka untuk umum, ada muslim, ada Budha, Protestan maupun Katolik,” ujar Edwin Sianipar saat ditemui di salah satu warung kopi di Jalan Cipto, Kota Siantar, Rabu (3/5/2017) pagi.

Dalam Yapentra, terdapat Sekolah Luar Biasa (SLB), ada 11 orang yang diasuh dan dididik hingga sampai kuliah. “Di USU, ada 2 orang, di Padang ada 2 orang yang kuliah dan ada satu orang kuliah di UPI Bandung,” lanjut Pendeta.

Selain Edwin, disampingnya ada Mananatar Sihombing (27). Pria asli Sidikalang, Kabupaten Dairi ini mengalami gangguan di indera penglihatannya. Tak lain, ia juga pernah dididik selama 14 tahun di Yapentra Tanjung Morawa sejak 1998 hingga tahun 2012.

“Keahlian, main musik lae. Bisa main gitar, keyboard. Pijat juga bisa. Inilah lagi-lagi nyari kerja. Sebelumnya, pernah kerja main musik. Pernah di Medan, Pekalongan. Kalau di Yapentra Tanjung Morawa, baguslah pengasuhan sama pendidikannya. Buktinya sampai kuliah,” tuturnya. (PIS|REM)

Baca Juga

Sedih! Kisah Suami Meninggal Memeluk Jasad Istri Usai Melayat Kerumah Keluarga Di Siborong-borong

SiantarNews|Siantar,- Sepasang suami-istri yang pergi melayat adiknya yang meninggal dunia di Siborong-borong berujung kisah sedih, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!