News Update
Siantar News / Headline / Warga Kelurahan Asuhan Menjerit Soal Banyak Hal
Suasana reses yang digelar Hendra Pardede.

Warga Kelurahan Asuhan Menjerit Soal Banyak Hal

SIANTARNEWS | SIANTAR-Warga di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur menjerit dengan mahal dan langkanya gas elpiji 3 kilogram.

“Pak Hendra, tolonglah kami masyarakat yang tidak mampu ini. Sudah sulit mendapatkan gas, dan harganya masih terus tidak stabil. Lagi banyak juga penjual gas tidak jujur,” ungkap T Samosir, salah seorang warga Kelurahan Asuhan saat menghadiri reses yang digelar anggota DPRD Pematangsiantar, Selasa (29/9/2015).

Selain soal gas elpiji, warga yang hadir sekitar 300 juga mengeluhkan hal lain seperti rekrutmen siswa yang cenderung memberatkan orang tua siswa, soal infrastruktur dranaise dan PAUD.

Turut hadir mendampingi Hendra, anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Mangatas Silalahi, Hj Rini Silalahi, Nazli Juwita Pane dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pematangsiantar, Ir Reinward Simanjuntak.

“Sekolah negeri yang dekat dengan kami, seperti SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 4, kalau bisa Bapak Dewan diawasi sistem perekrutan siswanya. Karena banyak tidak transparan. Dan masalah gas elpiji, sudalah susah mendapatkannya malah harga kerap sekali melonjak, seperti dipermainkan distributor,” keluh Samosir.

Samosir yang juga Ketua RT/RW Kelurahan Asuhan, mengeluhkan biaya operasionalnya Rp100 ribu per bulan. Dia meminta agar menjadi perhatian khusus DPRD.

“Sekali 6 bulanlah jatah kami itu. Kalau dipikir dana itu tidak sebanding dengan kerja kami,” ujarnya.

Ikut menimpali, BC Hutasoit, warga Kelurahan Asuhan lainnya. Kata dia saat ini Pematangsiantar tidak memiliki atlit olahraga yang membanggakan dan mengharumkan nama daerah ini.

“Ingat aku dulu, olahraga Siantar potensi untuk atlit yang berprestasi. Jika dulu atlit Siantar sampai luar negeri, sekarang ini sangat minim bahkan tak ada lagi,” katanya.

Hal lain yang disampaikan Hutasoit, soal banjir dan kantor Lurah menjadi tempat belajar siswa PAUD.

“Situasi saat ini memang sangat memperhatikan. Masalah banjir harus menjadi perhatian pemerintah. Apalagi masalah sekolah PAUD, bagaimana mungkin kinerja di kantor lurah bisa efektif apabila digabungkan dengan aktivitas anak-anak. Masalah banjir, dulu kalau datang hujan sampai pagi dan sederas apapun itu biasa saja, beda dengan sekarang masih satu jam satu sudah banjir,” tuturnya.

Menurut Hendra Pardede, dia akan mencoba memberikan solusi dengan menyampaikan kepada Pemko.

“Semua keluhan hari ini akan ditampung. Nanti akan disampaikan kepada Pemko melalui SKPD terkait,” ujar Hendra.

Penulis : Saddan
Editor : Tigor

Baca Juga

DKI Kota Toleransi Terendah, Manado Kota Paling Toleran Menyusul Pematangsiantar

SiantarNews|Jakarta,– SETARA Institute menggelar konfrensi pers terkait peringkat kota toleran se-Indonesia (IKT). Hasil Manado sebagai ...

2 Komentar

  1. Atur hamu ma na denggan Lae Pardede………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!