News Update
Siantar News / Headline / Usia Dipalsukan, ABG Korban Cabul di Siantar, Terpaksa Kerja Dengan Pakaian “Seksi”

Usia Dipalsukan, ABG Korban Cabul di Siantar, Terpaksa Kerja Dengan Pakaian “Seksi”

Melati, ABG asal Tebing Tinggi bersama ibunya saat memberikan keterangan kepada wartawan

 
 
SiantarNews | Siantar,- Melati, sebut saja demikian namanya, selain diduga menjadi korban cabul, juga diduga sebagai korban eksploitasi. Diusianya yang masih 14 tahun, ia harus bekerja sebagai waitress di salah satu cafe di Jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.
 
Selama bekerja, sebut ABG asal Kota Tebing Tinggi itu, Rabu (30/11/2016), ia harus merubah penampilannya. Terutama dalam hal berpakaian. Meski terpaksa, ia harus memenuhi kemauan pemilik cafe, boru P, orang tua dari FAT yang ia tuding sebagai pelaku cabul terhadap dirinya. Dengan mengenakan pakaian yang terkesan “seksi”.
 
Sebab, saat bertugas, Melati harus mengenakan celana pendek atau rok pendek. Itu malah disebut Melati, sebagai persyaratan saat bekerja. Malah, bila memakai celana panjang, maka boru P akan menegurnya, dengan menyebut, pakaian yang dikenakan Melati, seperti hendak ke rumah ibadah.
 
Sebagai seorang waitress, Melati bertugas melayani pesanan pelanggan cafe. Seperti mengantar dan terkadang menuangkan minuman keras (beralkohol) ke gelas pelanggan. Kemudian, Melati juga harus menemani pelanggan. Cafe itu sendiri buka di sore hari, dan tutup, disaat waktu sudah dini hari.
 
 
Usia Melati dan Temannya Dipalsukan
 
 
Bukan hanya itu yang dialami Melati, selama bekerja di cafe Jalan Rondahaim, Kota Siantar. Selain mengaku dicabuli oleh FAT dan diminta mengenakan celana pendek atau rok pendek saat bekerja, kuasa hukum Melati, Horas Sianturi SH mengatakan, kalau identitas para pekerja (waitress) di cafe, juga dipalsukan. 
 
Dalam hal ini, sebut Horas Sianturi, identitas yang dipalsukan berupa usia dari para waitress. Dimana, salah satu Lurah di Kota Siantar, menerbitkan surat keterangan, yang isinya menyatakan kalau usia para pekerja disana diatas 18 tahun. Terhadap Melati, dibuat surat keterangan, kalau usianya telah 19 tahun. Meski usia sesungguhnya, masih 14 tahun.
 
Hal itu dilakukan, agar pengusaha cafe terhindar dari tudingan mempekerjakan anak dibawah umur. Atau terhindar dari eksploitasi terhadap anak dibawah umur. 
 
Terhadap hal itu, Horas Sianturi juga menyebutkan, kalau dirinya, juga akan mempermasalahkan pemalsuan dokumen (identitas) tersebut. Dengan membawa persoalan itu ke ranah hukum pidana.
 
 
 
Editor : MGP

Baca Juga

Siang Bolong, Jabret Beraksi di Kota Pematangsiantar

SiantarNews|Siantar,-Dedi Ramadani (25) warga jln sibatu batu blok IX Kel Bah sorma kec Siantar Sitalasari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!