News Update
Siantar News / Siantar / Politik & Pembangunan / Unjuk Rasa Berujung Ricuh, Oknum Satpol PP Diduga Dorong Pedagang Hingga Terjungkal
Aksi Demo Pedagang Pasar Horas Pematangsiantar di Kantor Walikota Pematangsiantar

Unjuk Rasa Berujung Ricuh, Oknum Satpol PP Diduga Dorong Pedagang Hingga Terjungkal

SiantarNews|Siantar,-  Para pedagang Pasar Horas yang tergabung dalam BALIMPEL  (Pedagang balerong, kaki lima dan kios tempel ) kembali melanjutkan aksi unjuk rasa di kantor Walikota Pematangsiantar,selasa (8/05).

Usai berhasil menerobos dan memasuki areal kantor Walikota, pengunjuk rasa mencoba memasuki gedung kantor Walikota untuk menyampaikan tuntutan pedagang.

Saat salah seorang pengunjuk rasa menaiki tangga di kantor Walikota diduga didorong oleh petugas hingga terjungkal ke lantai dasar.

Loading...

Tak terima didorong hingga terjungkal, pengunjukrasa berusaha menemui petugas yang mendorongnya, adu mulut pun terjadi dengan petugas Satpol PP.

Pria yang belakangan diketahui bernama Jonatan Siregar mengaku akan melaporkan tindakan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP tersebut.

“Perbuatan ini akan kita laporkan ! Mereka tidak boleh seperti itu. Saya didorong hingga jatuh ke bawah,”ujarnya kesal.

Mendapati tindakan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP, massa semakin emosi. Hujatan pun dialamatkan oleh pedagang ke petugas yang dinilai bersikap represif dalam menangani aksi unjuk rasa.

Seperti diketahui, pedagang menolak revitalisasi yang dilakukan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya Pematangsiantar yang dipimpin oleh Benny Sihotang.

Aliansi mengatasnamakan Pedagang, Balairong, Kaki Lima, Kios tempel (Balimpel) dan Mahasiswa  menolak rencana pembangunan kios yang diperuntukkan untuk pedagang yang mau membayar Rp65 juta, baik secara kontan maupun cicilan.

Sebelumnya,  Benny Sihotang  mengaku tak ambil pusing dengan penolakkan yang dilakukan pedagang. Dia menegaskan bahwa revitalisasi adalah jalan terbaik untuk pembenahan Pasar Horas.

“Pro dan kontra itu biasa. Saya sudah memikirikan semua yang terbaik untuk Pasar Horas dan revitalisasi adalah yang terbaik untuk pembenahan wajah Pasar Horas,” ucap mantan Dirut PD Pasar Kota Medan ini.

Revitalisasi Pasar Horas seharusnya dilaksanakan sejak 9 Mei 2018, namun pihak PD Pasar mengaku terpaksa menunda revitalisasi atas masukkan dari pihak keamanan.

Penolakkan revitalisasi ini telah berlangsung lama. Para pedagang bahkan terus menggelar unjuk rasa di Kantor Walikota dan DPRD Pematangsiantar hingga memblokade jalan Sutomo hingga menyebabkan kemacetan pada Senin (7/5) kemari dan berlanjut hingga saat ini.(Robin)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Walau Sempat Diguyur Hujan, Peserta HUT Siantar Tetap Antusias Mengikuti Acara

SiantarNews|Siantar,- Rangkaian kegiatan Festival Semarak Budaya (Serbu) Siantar 2018 dalam perayaan HUT Kota Siantar Ke ...