News Update
Siantar News / Headline / Sudah Digari, Lari Pula, Ya Kena Hajarlah Sama BNN Siantar

Sudah Digari, Lari Pula, Ya Kena Hajarlah Sama BNN Siantar

Suasana penggrebekan narkoba oleh BNN Siantar

 
SiantarNews | Siantar,- Hendrik Hutagalung benar-benar nekad. Bagaimana tidak, sudahlah tangannya digari dan berhadapan dengan sejumlah  petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Siantar) yang menangkapnya, tapi ia tetap berani melarikan diri. 
 
Aparat BNN yang tak ingin “buruannya” kabur, langsung melakukan pengejaran. Tidak membutuhkan waktu lama, karena warga juga mendukung aksi BNN dalam memberantas narkoba, hendrik-pun berhasil dibekuk. Namun ia tetap melawan. Hendrik-pun kena hajar (dipukuli) oleh petugas BNN yang menangkapnya.
 
Peristiwa itu berlangsung, Kamis sore (24/11/2016), saat petugas BNN Siantar melakukan penggrebekan terhadap Hendrik Hutagalung di rumahnya, karena diduga kuat sebagai pengedar narkoba jenis sabu dan ganja. Persisnya, di Jalan Tongkol, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.
 
Dari penggrebekan itu, BNN menemukan sejumlah barang bukti. Selain Hendrik, turut juga diamankan AG, yang saat itu sedang tidur dilokasi. Hingga saat ini, status hukum terhadap AG, masih menunggu hasil pemeriksaan.  
 
Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan BNN Kota Siantar, Komisaris Polisi (Kompol) Pierson Ketaren menjelaskan,  Hendrik Hutagalung telah menjadi target operasi (TO). Bahkan sudah 2 bulan ini diintai oleh BNN. 

Kasi Pemberantasan BNN Siantar, Kompol Pierson Ketaren

 
Sebab keberadaannya, lanjut Ketaren, membuat resah masyarakat sekitar. Terutama, ibu rumah tangga yang tak ingin anak-anaknya terjerumus dalam jeratan narkoba. Karena itu pula, dukungan informasi dari masyarakat, sangat membantu pergerakan BNN.
 
Penggrebekan sengaja dilakukan sore tadi, tidak terlepas dari hasil penyelidikan dan moment yang tepat untuk itu, pasca mendapat informasi akurat dari masyarakat.  
 
Disebutkan Kompol Pierson Ketaren, saat tiba dirumah Hendrik Hutagalung,  petugas menemukan pintu rumah dalam keadaan tertutup dan terkunci. Lalu, petugas BNN ketika itu menghadirkan Lurah Pardomuan ke lokasi.
 
Menyaksikan pintu tak kunjung dibuka, dan melihat Hendrik menuju kamar mandi, petugas langsung mendobrak pintu secara paksa. Pintu-pun terbuka. Hendrik, juga langsung diamankan. 
 
Ternyata, saat dikamar mandi, Hendrik diduga telah membuang satu paket kecil sabu ke selokan. Hanya saja, karena air yang digunakan untuk menyiram tidak banyak, membuat paket sabu tidak hanyut. Barang bukti sabu, selanjutnya disita.
 
Lalu, penggeledahan dilakukan petugas. Dari penggeledahan, ditemukan barang bukti lain, berupa sejumlah plastik klip, disinyalir berisi bekas sabu, timbangan digital dan biji ganja.
 
Merasa sudah cukup, pelaku yang diduga sebagai pengedar narkoba itu-pun digari (diborgol), untuk diboyong ke kantor BNN. Namun, borgol yang digunakan sedikit rusak. Hal itu juga diketahui Hendrik. Ia-pun dengan mudah membuka borgol, lalu melarikan diri dari pegangan petugas. Hanya saja, dia berhasil ditangkap kembali di dekat rel kereta api.
 
Hanya saja, masih menurut Ketaren, saat hendak diboyong, Hendrik tetap meronta dan terus berteriak, kalau dirinya tidak terbukti memiliki narkoba. Tapi, oleh petugas, ia diboyong paksa ke kantor BNN, untuk proses hukum lebih lanjut.
 
Sejumlah warga yang ditemui dilokasi penggrebekan, mengaku senang karena BNN berhasil menangkap Hendrik. Sebab, keberadaannya sudah sangat membuat resah warga disana. “Kami merasa resah dan gelisah selama ini,” ucap seorang ibu rumah tangga didampingi warga lainnya.
 
 
 
 
Editor : MGP

Baca Juga

DKI Kota Toleransi Terendah, Manado Kota Paling Toleran Menyusul Pematangsiantar

SiantarNews|Jakarta,– SETARA Institute menggelar konfrensi pers terkait peringkat kota toleran se-Indonesia (IKT). Hasil Manado sebagai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!