News Update
Siantar News / Headline / Pria Gang Cebol Dibekuk Sat Res Narkoba Siantar

Pria Gang Cebol Dibekuk Sat Res Narkoba Siantar

Tersangka narkoba jenis ganja bersama barang bukti

 
SiantarNews | Siantar,- Satuan Reserse Narkotika (Sat Res Narkoba) Kepolisian Resort (Polres) Kota Siantar, bekuk pria dari rumahnya di Gang Cebol, Lorong 20, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, Senin (28/11/2016), sekira jam 12.00 WIB.
 
Pria itu adalah Gunawan, usia 40 tahun. Ia dibekuk (ditangkap), karena diduga sebagai pengedar narkotika jenis ganja. Keberhasilan itu, tidak terlepas dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada pihak kepolisian.
 
Informasi yang dihimpun dari Polres Kota Siantar, pasca personil Sat Res Narkoba mendapat informasi, langsung bergerak, dengan melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan, polisi melakukan penggrebekan. Hasilnya, petugas menemukan 6 paket kecil ganja. 
 
Meski sebelumnya, tersangka sempat menyembunyikan 6 paket ganja didalam selokan yang ada dikamar mandi rumahnya. Selanjutnya, tersangka diboyong ke markas Polres Siantar, untuk keperluan proses hukum lebih lanjut dan pengembangan perkara.
 
Saat ini, personil Sat Res Narkoba Polres Siantar, sedang berupaya mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja yang melibatkan Gunawan. Sekaligus melengkapi admistrasi penyidikan, serta melakukan pengecekan barang bukti ke laboratorium forensik (Labfor). 
 
Penangkapan Gunawan yang diduga sebagai pengedar ganja ini, dipimpin langsung oleh Kepala Sat Res Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Siantar, AKP Mulyadi, bersama anggotanya. Kasat Narkoba ini, baru tiga hari menduduki jabatannya, untuk memberantas narkoba di Kota Siantar. 
 
 
 
 
Editor : MGP

Baca Juga

DKI Kota Toleransi Terendah, Manado Kota Paling Toleran Menyusul Pematangsiantar

SiantarNews|Jakarta,– SETARA Institute menggelar konfrensi pers terkait peringkat kota toleran se-Indonesia (IKT). Hasil Manado sebagai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!