News Update
Siantar News / Headline / Pendukung Dua Paslon Ribut di STT HKBP, Ini Penjelasan Pdt Victor Tinambunan
Ketua STT HKBP, Pdt Dr Viktor Tinambunan. Foto ist)

Pendukung Dua Paslon Ribut di STT HKBP, Ini Penjelasan Pdt Victor Tinambunan

SiantarNews|Siantar-Guna mensukseskan Pilkada Susulan Kota Pematangsiantar yang akan digelar pada Rabu 16 Nopember 2016 mendatang, Sekolah Tinggi Theologia HKBP Pematangsiantar yang beralamat di Jalan Sangnawaluh No 6, melaksanakan dialog interaktif, Sabtu (5/11/2016).

Dari empat pasangan calon, hanya Paslon  Sujito-Djumadi yang tidak hadir. Sedangkan Paslon “Manis” diwakili Hefrianyah. Mereka (Cawalkot-Cawawalkot) didaulat menyampaikan visi-misi, kemudian dilanjutkan dengan analisis dari panelis serta sesi tanya jawab.

Usai Hefriansyah dan Teddy Robinson Siahaan (TRS) menyampaikan gagasannya tentang Kota Siantar, tibalah giliran Wesly Silalahi. Di sela-sela pemaparan Wesly, tiba-tiba terjadi keributan antar pendukung TRS dan Wesly. Sontak, kegiatan ini terhenti. Dari kedua kubu Paslon berupaya menenangkan suasana

Ketua STT HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan saat dimintai wartawan tanggapannya atas kejadian yang memilukan itu, ia mengatakan, insiden itu suatu kesilapan dalam memaknai arti dari kegiatan dialog interaktif.

“Fokus kita seharusnya adalah bagaimana Siantar ini menjadi lebih baik lagi. Soal siapa yang akan terpilih, itu sah-sah saja. Tetapi kalau kota Siantar dijadikan sebagai fokus kita, tentu kita juga harus mengedepankan yang umum. Artinya, fanatis boleh, tapi fanatis yang berlebihan untuk mendukung seseorang, apalagi dengan menjatuhkan yang lainnya, saya kira itu harus kita hindarkan. Dialog ini bukan ajang kampanye, bahkan dalam kampanye pun, fanatisme yang berlebihan juga tidak baik. Dialog seperti ini harus kita maknai sebagai proses pencarian untuk yang terbaik bagi kota Siantar yang kita cintai,” terangnya

Baginya, siapa pun yang akan terpilih kelak, itulah yang kemudian harus didukung untuk kebaikan Kota Siantar.

“Toh, hanya satu pasangan calon yang akan terpilih. Nah, kalau nanti sudah terpilih, memang itulah bagian yang terbaik yang harus kita dukung, demi kebaikan kita semua. Jadi, walaupun tadi ada insiden sedikit, dan menurut saya tidak menjadi masalah besar, tetapi dengan pengalaman hari ini saya kira nanti di tanggal 12 Nopember (penajaman visi-misi), kita juga harus antisipasi. Tunjukkan lah bahwa kita ini dewasa dalam berdemokrasi!” tegasnya.

Alumnus Trinity Theological College Singapore ini pun menghimbau warga Siantar menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi pada pemungutan suara 16 Nopember 2016 mendatang.

“Sudah sekian lama kita merdeka, kita semua warga Siantar harus menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Kita punya pilihan, itu sah, akan tetapi, di sisi lain kita juga harus menghormati pilihan orang lain,” pungkas Viktor

Penulis : SNW06

Editor : REM

Baca Juga

DKI Kota Toleransi Terendah, Manado Kota Paling Toleran Menyusul Pematangsiantar

SiantarNews|Jakarta,– SETARA Institute menggelar konfrensi pers terkait peringkat kota toleran se-Indonesia (IKT). Hasil Manado sebagai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!