News Update
Siantar News / Headline / Pendemo Bakar Gerbang Rumah Dinas Walikota Siantar

Pendemo Bakar Gerbang Rumah Dinas Walikota Siantar

Massa Saling saat membakar ban bekas didepan Rumah Dinas Walikota (photo WA)

 
SiantarNews | Siantar,- Belasan pendemo dari Sahabat Lingkungan (Saling), bakar ban hingga  gerbang rumah dinas (rumdis) Walikota Siantar terbakar, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Jumat (25/11/2016). 
 
Itu terjadi, ketika massa Saling menggelar aksi unjuk rasa di depan rumdis Walikota Siantar, untuk mendesak Pj Walikota segera mencopot jabatan Sekda Kota Siantar, Drs Donver Panggabean, karena diduga memalsukan dokumen. 
 
Saling juga meminta Pj Walikota untuk membatalkan izin mendirikan bangunan (IMB) Hotel & Restoran City. Dan melakukan pembongkaran terhadap bangunan tersebut.
 
Hanya saja, meski telah lama berada di depan rumdis, sambil berorasi, tetap saja Pj Walikota Siantar, Anthony Siahaan maupun pejabat Pemko Siantar, tak juga menemui pendemo. Hal itu membuat massa Saling kecewa. Karena aspirasi (tuntutan) mereka tidak tersalurkan. 

Demo Saling di depan Rumdis Walikota (Photo WA)

 
Beranjak dari rasa kecewa itulah, massa Saling yang jumlahnya diperkirakan belasan orang tersebut, membakar dua unit ban bekas. Api-pun sempat membumbung tinggi, diiringi dengan asap hitam yang membentuk gulungan besar. Lalu, api bakaran ban, turut membakar gerbang rumah dinas Walikota Siantar.
 
Setelah api padam dan sisa bakaran ban masih terletak didepan gerbang rumdis Walikota, dan ketika pendemo telah berada didalam angkot (angkutan kota) Sinar Siantar untuk beranjak pulang, tiba tiba, sejumlah aparat Polres Siantar menghentikan laju angkot yang ditumpangi massa Saling tersebut. Jaraknya, masih sekitar 20 meter dari rumdis Walikota.
 
Begitu angkot berhenti, Kordinator Aksi Unjuk Rasa Saling, Nico Nathanael Sinaga diminta turun. Lalu ditangkap dan diboyong ke Polres Siantar. Hingga sore tadi, Nico masih menjalani pemeriksaan.
 
Sementara itu, anggota Saling, Chandra Malau mengatakan, massa sengaja membakar ban, karena kecewa terhadap sikap Pemko Siantar. Karena tidak ada yang menerima mereka ketika berunjuk rasa. “Massa Saling kecewa. Karena tidak ada yang menerima aspirasi mereka. Lalu ban dibakar,” ucapnya.
 
Sedangkan Ketua Saling, Agustian Tarigan mengatakan, Nico disebutnya siap mengahadapi proses hukum, terkait aksi bakar ban didepan rumdis Walikota. Bahkan, bila harus menjalani hidup dipenjara, ia katakan, Nico juga sangat siap.
 
Dijelaskan Agustian, aksi demo digelar, setelah sebelumnya memberikan pemberitahuan ke Polres Siantar. Katanya, rencananya, ada 6 lokasi aksi unjuk rasa yang akan digelar Saling. Diantaranya, kantor Walikota, Polres Siantar, rumdis Walikota, kantor Dinas Tarukim, gedung DPRD Siantar  dan kantor BPPT (Badan Pelayanan Perizininan Terpadu).
 
Hanya saja, saat berunjuk rasa, lokasi aksi yang sudah didatangi, diantara, Polres Siantar, kantor Walikota dan rumdis Walikota. “Rencananya ada 6 titik lokasi aksi hari ini bang. Pemko Siantar, DPRD, Rumah Dinas (Walikota), Polres Siantar, Tarukim dan BPPT,” ujar Agustian Tarigan.
 
Terkait terbakarnya gerbang rumdis Walikota, dikatakan Plt Kabag Humas dan Protokoler, Jalatua Hasugian, kalau  Pj Walikota Siantar, Anthony Siahaan tidak mengetahui peristiwa itu. 
 
Lalu Jalatua memastikan, bahwa Pemko Siantar tidak ada membuat pengaduan resmi ke Polres Siantar, terkait peristiwa terbakarnya gerbang tersebut. “Tidak. Enggak ada diadukan. Kan sudah ditangani polisi,” ucap Jalatua Hasugian di rumdis Walikota.
 
 
Editor : MGP

Baca Juga

Kapal Selam Argentina dan 44 Awak Hilang di Samudra Atlantik

SiantarNewslInternasional,-Angkatan Laut Argentina sedang kelabakan. Salah satu kapal selam milik mereka dengan 44 awaknya sudah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!