News Update
Siantar News / Headline / Pak Bupati ! Orang Susah dari Simalungun Ditolak di RSU Siantar
Mangapul Hutagalung

Pak Bupati ! Orang Susah dari Simalungun Ditolak di RSU Siantar

SiantarNews|Siantar,-Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Djasamen Saragih Kota Siantar, kembali menunjukkan kebobrokannya. Pasien kritis, kembali ditolak dari rumah sakit milik pemerintah tersebut. Itu terjadi, Kamis (10/11/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, terhadap anak dari Mangapul Hutagalung.

Saat itu, Mangapul sedang dirundung sedih dan kalut. Begitu turun dari angkot yang mereka tumpangi, dengan tergopoh-gopoh ia membopong anaknya, Aldini Hutagalung yang sedang demam tinggi dan kejang-kejang ke gedung lama RSU Dr Djasamen Saragih.

Dari gedung itu, Mangapul dianjurkan membawa kebagian instalasi gawat darurat (IGD). Lantas, dengan “setengah” berlari, ia kembali membopong anaknya menuju ruang IGD yang terletak digedung baru. Jaraknya sekitar 200 meter dari gedung lama.

Hal tragis dan menyesakkan-pun terjadi disini. Mangapul dan keluarganya tak menduga sebelumnya. Tetes air mata tak bisa terbendung. Sebab, begitu tiba diruangan IGD RSU Dr Djasamen Saragih, dan Aldini sudah diletakkan diatas kasur, dengan gampangnya perawat yang ada disana menolak kehadiran Aldini yang sedang sekarat.

Tanpa melakukan pertolongan apapun, tenaga medis di IGD RSU Dr Djasamen Saragih menyuruh Mangapul dan keluarganya, agar membawa Aldini ke rumah sakit lain. Dengan alasan, tidak ada dokter spesialis anak di rumah sakit tipe B tersebut. Padahal, jumlah dokter spesialis anak di RSU itu, tergolong tidak terlalu sedikit jumlahnya.

Melihat sikap tak peduli yang ditunjukkan para perawat, karena tidak melakukan apapun terhadap Aldini, membuat keluarga tak mampu itu tertunduk lemas. Lalu, atas bantuan warga yang kebetulan berada disana, disarankan, agar dibawa ke RS (Rumah Sakit) Vita Insani di Jalan Merdeka, Kota Siantar.

Saran itu pun diikuti Mangapul. Dengan menumpangi mobil milik warga itu, Aldini dibawa ke RS Vita Insani. Karena kondisi anak sudah tergolong kritis, Aldini dimasukkan keruangan perawatan intensif, ICCU (intensive cardiac care unit).

Hanya saja, meski Aldini sudah masuk ruang perawatan intensif, kegalauan masih menghantui Mangapul Hutagalung. Karena ia tidak memiliki biaya perawatan anaknya. Apalagi, biaya di ICCU RS Vita Insani tersebut sebesar Rp 900 ribu lebih per harinya.

Keadaan itu semakin sesak dirasakan, karena Mangapul beserta istri dan anaknya, tidak terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Meski keluarganya tergolong orang tak mampu.

Untuk itu, Mangapul yang merupakan warga Nagori Pulian Baru, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun itu berharap, mendapat perhatian dari Pemkab Simalungun, terutama dari Bupati Simalungun, JR Saragih, yang ia kenal cukup perhatian terhadap orang susah.

Editor : MGP

Baca Juga

DKI Kota Toleransi Terendah, Manado Kota Paling Toleran Menyusul Pematangsiantar

SiantarNews|Jakarta,– SETARA Institute menggelar konfrensi pers terkait peringkat kota toleran se-Indonesia (IKT). Hasil Manado sebagai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!