Siantar News / Siantar / Politik & Pembangunan / Masyarakat Siantar Serahkan Bantuan Banjir Bandang di Aceh
Acara Pemberangkatan Bantuan Banjir dan Tanah Longsor

Masyarakat Siantar Serahkan Bantuan Banjir Bandang di Aceh

SiantarNews|Siantar,- Warga Siantar menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada sekitar 504 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang di Desa Suka Makmur, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (11/5) pagi.

Seperti diketahui sebelumnya , daerah yang merupakan bagian dari Provinsi Aceh itu mengalami bencana banjir bandang pada 11-12 April 2017 lalu, yang membuat banyak warga kehilangan rumah, lahan pertanian rusak hingga ada dua korban meninggal dunia, seorang anak-anak dan seorang ibu rumah tangga.

Bantuan yang diserahkan sebelumnya merupakan hasil pengumpulan Posko Bantuan Kemanusiaan yang dilaksanakan sejak 25 April-10 Mei 2017 bertempat di Jalan Gereja no 105 di Gedung Mutiara Husada Siantar. Menurut St Timbul Hasoge Panjaitan selaku Ketua Tim Posko yang juga ikut langsung mengantarkan bantuan itu, kepada Siantar 24 Jam, Kamis (11/5) sore jam 16.30 Wib, seluruh bantuan yang berhasil dikumpulkan telah diberikan kepada tujuh kelompok warga di Desa Suka Makmur.

Bantuan yang diserahkan berupa, pakaian bekas layak pakai sebanyak 77 kardus besar dan 52 karung, 88 kardus mie instan, 12 karung beras isi 30 Kg, 24 karung beras isi 10 Kg, 5 sak gula isi 50 kg, obat-obatan dan uang tunai Rp33,7 juta. Seluruh bahan kebutuhan warga korban banjir itu sebelumnya diberangkatkan dari posko pada Rabu (10/5) sore jam 16.00 Wib dengan menggunakan satu truk milik Satpol PP Siantar, satu mobil patroli sekolah milik Dinas Pendidikan Siantar dan satu mobil Xenia yang membawa rombongan tim untuk menyerahkan seluruh bantuan.

Rombongan posko yang berangkat dan menyerahkan di antaranya, St Timbul Hasoge Panjaitan selaku ketua tim, Mangantar Manik selaku sekretaris, Lamria Sinurat selaku bendahara serta tiga staf Dinas Pendidikan Siantar, dua personel Satpol PP Siantar.

Suasana Keakraban bersama warga Siantar dan Korban Banjir dan Tanah Longsor

Kemudian perwakilan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siantar, Riduan Panjaitan, perwakilan BKPRMI Siantar, Joko Winarto dan perwakilan BKAG Siantar, Pdt Rajunanta Sembiring STh. Proses pemberangkatan bantuan kemanusiaan itu dari posko dipimpin oleh Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan.

Dalam pesannya, Kapolres yang juga ikut menyerahkan bantuannya menyebut agar bantuan bisa bermanfaat bagi warga yang terkena dampak banjir bandang di Aceh Tenggara.

“Kami tiba di lokasi Rabu malam jam 12 lewat 15. Saat itu hujan sangat deras. Karena warga masih trauma, mereka terbangun dan menemui kami saat tiba. Akhirnya kami bebincang sampai pagi sebelum menyerahkan bantuan secara resmi,” kata Timbul yang juga guru SD Negeri di Jalan Sudirman, Siantar.

Rombongan posko diterima oleh imam Haji Junedi Marbun, perwakilan GPDI, GSJA, Kadev Diakonia HKBP, Praeses HKBP Tanah Alas, pengurus gereja HKI dan pemerintah setempat melalui kepala desa. Timbul menyebut, usai menyerahkan bantuan, warga masih sangat berharap bantuan berikutnya.

Di lokasi masih ditemukan satu bangunan masjid yang runtuh dan terancam longsor sehingga berharap bantuan untuk perbaikan. Pemerintah setempat sejauh ini, sambungnya, masih terus melakukan upaya antisipasi agar lokasi yang terkena banjir bandang tidak kena banjir kembali. Pasca banjir, masih banyak rumah warga yang belum diperbaiki meski beberapa ada yang sudah dibangun kembali secara swadaya oleh masyarakat setempat. Pasokan air bersih dan listrik juga sudah mulai normal ke rumah-rumah warga.

Penyerahan Bantuan oleh H. Mangantar Manik kepada Korban Banjir

“Pasca banjir lalu, selain dampak kerusakan rumah dan infrastruktur, warga juga mulai terserang penyakit seperti batuk-batuk,” ujar Timbul seraya menyebut salah seorang anggota tim pun sudah terserang batuk saat di lokasi. Selain menyerahkan bantuan kemanusiaan, kata Timbul, posko juga sempat menampung tiga warga lokasi bencana yang mengungsi ke Siantar. Kini ketiganya yang merupakan perempuan lanjut usia sudah diserahkan kepada keluarga dekat mereka di di Kecamatan Simarimbun. “Pada 26 April lalu ada tiga korban mengungsi di Siantar. Mereka sudah kita serahkan kepada kerabatnya, karena mereka tak punya rumah lagi di Desa Suka Makmur,” terangnya. (Rel)

Baca Juga

Pematangsiantar Fasilitasi 1.000 Lowongan Kerja

SiantarNewslSiantar,-Pemerintah Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara memfasilitasi 1.000 lowongan kerja melalui pameran bursa kerja atau job ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!