News Update
Siantar News / Headline / Kepala BNN Siantar Tinggalkan Dunia Tanpa Pernah Keluhkan Sakit

Kepala BNN Siantar Tinggalkan Dunia Tanpa Pernah Keluhkan Sakit

SiantarNews | Siantar,- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Siantar, Ahmad Yani Damanik pergi meninggalkan dunia ini, Sabtu malam (26/11/2016). Suasana duka sangat dirasakan istri, anak dan keluarganya. Begitu juga dengan kerabat atau rekan kerjanya.

Satu diantara rekan kerja almarhum, adalah Hino Pasaribu. Pria ini merasa sangat kehilangan almarhum, yang selama ini menjadi pimpinannya di BNN Kota Siantar. Ia tidak menyangka, pimpinannya itu, pergi secepat ini meninggalkan dunia. Lalu Hino-pun memanjatkan doa untuk almarhum, yang ia sebut sebagai Ayah baginya.

“Bagai disambar petir kami mendengar kambarmu ayah saat itu. Banyak kenangan dilaut dan didarat, serta ajaran yang kau berikan padaku. Semoga tuhan menempatkan ayah duduk disebelah kanan-Nya. Amin,” demikian tertulis pada status akun FB Hino Pasaribu.

Ditemui sejumlah jurnalis dirumah duka, Minggu (27/11/2016), Hino Pasaribu yang bertugas di Seksi Pemberantasan BNN Siantar ini, mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar kepergian almarhum.

Informasi yang didapatkan Hino menyebutkan, malam itu almarhum sedang menikmati minuman kopi dirumah orang tuanya. Hanya saja, tiba tiba almarhum terjatuh. Dengan mengeluhkan, kalau dadanya terasa sesak. Lalu Kepala BNN Siantar itu dilarikan ke rumah sakit Tentara, dan sempat dirawat diruangan ICU.

Katanya, selama ini, sejak almarhum menjabat Kepala BNN Siantar di tahun 2011 yang lalu, hingga sekarang, Ahmad Yani Damanik tidak pernah ada mengeluhkan tentang penyakit atau sakit ditubuhnya. “Enggak pernah mengeluh sakit. Masuk kantornya terus. Sudah lima tahun dia Kepala BNN, sejak BNN dibentuk tahun 2011 yang lalu,” ucap Hino.

Dalam kenangan Hino, semasa hidupnya, almarhum termasuk sosok yang humoris dan mengedepankan tugas pekerjaan. “Kalau beliau, kerja ya kerja. Santai ya santai,” kenang Hino.

Bagi Hino, banyak kenangan dirinya bersama almarhum. Termasuk hobby memancing almarhum, juga bagian dari kenangan itu. Sebab, ketika memancing, perahu yang ia tumpangi dengan almarhum, nyaris tenggelam. Saat itu, ketika mereka sedang memancing ikan hiu di laut.

“Beliau ini hobby-nya memancing ke laut. Banyak laut yang sudah kami jalani. Mulai dari (laut di) Batubara, Aceh, Pakpak. Biasanya tiap minggu kami memancing. Hari Sabtu dan Minggulah. Kan hari libur,” sebutnya.

Editor : MGP

Baca Juga

Meski Diguyur Hujan, Pelantikan DPC dan DPAC Partai Demokrat Siantar Simalungun Tetap Semangat

SiantarNews|Siantar,-Partai Demokrat laksanakan pelantikan terhadap pengurus DPC dan DPAC di Siantar tepatnya di lapangan Adam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!