Siantar News / Headline / Kausalya, Gadis Etnis India Yang Pertama Kali Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Siantar
Kausalya Bersama Ibunya Usai Pengibaran Bendera

Kausalya, Gadis Etnis India Yang Pertama Kali Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Siantar

SiantarNews|Siantar,-  Ada yang menjadi pusat perhatian dalam upacara HUT RI Ke 72 di Pematangsiantar. Kausalya (17) gadis berperawakan India ini menjadi pusat perhatian seluruh peserta upacara dan warga yang mengikuti upacara di Lapangan Haji Adam Malik Pematangsiantar, Kamis (17/8), sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih.

Perasaan haru dan bangga diselingi tetesan air mata terpancar dari wajah siswi SMK Budhist Manjusri ini ketika diwawancarai wartawan. Didampingi sang ibu, Kausalya menjawab pertanyaan wartawan dengan ramah dan bersahabat.

Hari ini Gadis duduk di bangku kelas 2 SMA ini sukses melaksanakan tugasnya menerima Bendera Merah Putih dari  Wali Kota Siantar Hefriansyah selaku pembina upacara. Ini termasuk kesuksesan bersama anggota Paskibraka lainnya dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Kota Pematangsiantar.

Kausalya yang tinggal di Tomuan, Kecamatan Siantar Timur ini mengaku tetap memiliki rasa takut dan cangkung melaksanakan tugas membawa baki karena yang ditutut adalah tidak melakukan kesalahan sekecil apapun. Apalagi perayaan ke 72 HUT RI itu kegiatan sakral bagi rakyat Indonesia terkhusus warga Pematangsiantar. Namun dengan bekal latihan yang dilakukan sekitar lima bulan serta motivasi yang diberikan para pelatih, dirinya mampu mengalahkan tantangan yang ada. Menurutnya, modal utama dari keberhasilan ini adalah kepercayaan diri.

“Para pelatih terus memberikan motivasi dan menanamkan rasa percaya diri yang tinggi,Apalagi kalau dihantui kisah masa lalu (masalah pada tali bendera/red). Tapi Itu menjadi tantangan tersediri dan menjadi cambuk dalam mendorong semangat kami agar bendera berkibar sempurna dan syukur bisa terpenuhi hari ini,” jelasnya.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini yang mengambil jurusan Akuntansi di SMK Budist Manjusri ini mengaku awalnya merasa terkejut dan bercampur bangga karena dipercaya pembawa baki.

“Awalnya sih enggak nyangka dan bangga juga bisa diberikan tugas seperti ini ,” katanya.

Kausalya mengaku awalnya merasa canggung. Namun dia mengetahui bahwa Paskibraka tidak pernah membeda-bedakan suku, agama dan budaya dalam mempercayakan tanggungjawab besar seperti Paskibra.

“Awalnya memang canggung tetapi kami Paskibra tidak pernah membeda-bedakan suka, ras, budaya dan agama. Mami satu jiwa, kami satu rasa dan segalanya satu, “ucapnya.

Kausalya Saat Menerima Bendera Dari Walikota Pematangsiantar

Kedepannya, anak dari Sue Munti dan Suinita tersebut berharap tahun depan ada paskibrata mewakili dari Kota Pematangsiantar untuk tingkat nasional. Dia menjelaskan, paskibra berhasil tidak lepas dari semangat dari para pelatih. Ia meminta generasi paskibra untuk jeli dan singgap melaksanakan intruksi pelatih.

“Saya berharap, jangan pernah sekalipun mundur walau sejengkal. Tetap lakukan apapun tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Yakinlah pada diri sendiri bahwa kita pasti bisa,” tutupnya.

Suinita yang mendampingi putrinya tersebut mengaku bangga dan senang melihat putrinya bersama anggota Paskibraka berhasil melaksanakan pengibaran bendera.Suinita juga menyebutkan, bahwa Kausalya merupakan anak yang baik.

“Di rumah dia baik, penurut dan sopan. Di sekolah juga masuk ranking 10 besar,”tutup Suinita sembari merangkul putrinya. (Rey)

Baca Juga

Mobil Terbakar di SPBU Perumahan Perwira Korem 022/PT

SiantarNews|Simalungun,- Satu unit mobil Toyota Kijang BK 1612 TJ milik Dinas Korem 022/Pantai Timur terbakar saat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!