News Update
Siantar News / Headline / Kasus Pemerkosaaan Siswa SMA Negeri 2 Siantar, Dua Terdakwa Minta Tahanan Luar
Penasehat Hukum Terdakwa nasehati terdakwa DFS yang berkeliaran dan merokok saat menunggu sidang kasus pemerkosaan bergilir terhadap gadis di bawah umur di PN Siantar, Kamis (23/3/2017). Foto Ist

Kasus Pemerkosaaan Siswa SMA Negeri 2 Siantar, Dua Terdakwa Minta Tahanan Luar

SiantarNews|Siantar-Pengadilan Negeri Kota Siantar pada Senin (15/5/2017) kembali menggelar persidangan kasus pemerkosaan terhadap SR, siswi SMA Negeri 2 kota setempat. Dari lima pelaku yang tengah menjalani persidangan, dua diantaranya masih berstatus pelajar.

Terdakwa DFS dan AJFS pada persidangan sebelumnya dituntut 5 tahun penjara. Lantas, pada persidangan kali ini dengan agenda pembacaan pledoi, keduanya meminta kepada majelis hakim agar hukumannya diringankan. Selain itu, mereka juga meminta menjadi tahanan luar agar dapat melanjutkan sekolahnya.

“Mereka meminta agar menjadi tahanan luar sehingga sekolahnya tidak terganggu dan mereka bisa menyelesaikan sekolah,” ungkap Baharuddin, penasehat hukum terdakwa.

Menurut Baharudin, kedua pelaku juga mengakui dan menyesali perbuatannya.

Persidangan itu digelar secara tertutup, digelar secara bergantian. Hadir sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Henny Simandalahi.

Persidangan akan kembali lanjutkan pada Senin 22 Mei 2017 mendatang dengan agenda tanggapan JPU atas pledoi terdakwa.

“Sidang dilanjutkan minggu depan, agendanya tanggapan JPU atas pledoi itu,” ucap Henny.

Dalam tuntutannya, Henny menyatakan bahwa DFS dan AJPS terbukti secara sah dan meyakinkan, melanggar pasal 82 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Selain itu, Henny juga menjerat DFS dan AJPS dengan pidana denda senilai Rp 100 juta. Apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan.

Sementara itu, 3 orang pelaku dewasa, yakni Roy Immanuel Situmorang (20), Josua Pandapotan Simanjuntak (20), Alfred Priono Pasaribu (19), masih menjalani persidangan.
Berbeda dengan DFS dan AJPS, ketiga pelaku masih menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Untuk diketahui, aksi pemerkosaan terhadap SR berlangsung pada Minggu (25/12/2017) dini hari di Komplek Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Siantar.

Ada 8 pelaku yang melakukan aksi itu. 5 pelaku sudah diamankan sementara 3 lainnya masih buron.

Atas tindak pidana itu, kelima pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Perlindungan Anak junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana subsider pasal 82 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Perlindungan Anak junto pasal 55 KUHPidana atau kedua pasal 82 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Perlindungan Anak junto pasal 55 KUHPidana.

Sesuai pasal tersebut, ancaman hukuman kepada kelima pelaku, yakni Roy Immanuel Situmorang, Josua Pandapotan Simanjuntak , Alfred Priono Pasaribu, AJPS, dan DFS, maksimal 15 tahun pidana penjara. (Snw06|DAR)

Baca Juga

DKI Kota Toleransi Terendah, Manado Kota Paling Toleran Menyusul Pematangsiantar

SiantarNews|Jakarta,– SETARA Institute menggelar konfrensi pers terkait peringkat kota toleran se-Indonesia (IKT). Hasil Manado sebagai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!