Siantar News / Siantar / Hukum & Kriminal / Kasus Meninggalnya Bocah Julio, Hakim Vonis Bebas Mangara Tua Siahaan

Kasus Meninggalnya Bocah Julio, Hakim Vonis Bebas Mangara Tua Siahaan

SiantarNews | Siantar,-Majelis Hakim yang diketuai Fitra Dewi SH,MH membebaskan terdakwa, Mangara Tua Siahaan (34) pada atas tuduhan penganiayaan yang mengalkibatkan meninggalnya Julio Sinaga, bocah berumur 2,5 Tahun.

Sidang yang di pimpin oleh majelis hakim Fitra Dewi Nasution ini beragendakan pembacaan putusan terhadap terdakwa mangara tua Siahaan dibacakan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (14/12/2017) sore pukul 15.30 WIB.

Fitra Dewi SH menjelaskan, vonis bebas terhadap terdakwa itu setelah majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan hukuman oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anna Lusiana SH terhadap terdakwa selama 15 tahun penjara dengan dibuktikan melanggar pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Vonis bebas terdakwa itu juga didasari sesuai fakta persidangan bahwa perbuatan terdakwa tidak terbukti melakukan penganiayaan menewaskan korban karena tidak adanya keterangan saksi yang menguatkan terdakwa sebagai pelakunya. Adanya vonis bebas itu agar diperintahkan terdakwa supaya dikeluarkan dari ruang tahanan.

“Terdakwa divonis tidak bersalah atau bebas. Tidak ada garis merah keterangan para saksi yang menguatkan terdakwa sebagai pelakunya. Hasil visum saksi ahli tidak bisa menentukan siapa pelakunya tapi menentukan adanya luka dialami korban. Masih ada waktu selama tujuh hari kepada terdakwa dan jaksa untuk berpikir-pikir menanggapi vonis terdakwa itu”, ujar Fitra Dewi mengakhiri sembari menutup persidangan.

Tuntutan 15 Tahun Penjara

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum, Anna Lusiana menuntut terdakwa selama 15 tahun penjara karena dibuktikan melanggar pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jaksa juga menyatakan terdakwa memiliki riwayat pemakai narkotika jenis putaw sehingga keadaannya mampu melakukan kejahatan kepada anak di bawah umur.

Penganiayaan itu dilakukan pada hari Senin (27/3/2017) lalu sekitar pukul 21.30 WIB, didalam rumah ibu angkat korban yang terletak di Jalan Dalil Tani, Gang Rebung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur. Tuduhan penganiayaan itu dilakukan terdakwa dengan cara menyorongkan kepala korban dengan tangan kanan hingga dahi korban membentur broti pondasi sekat triplek kamar tersebut, lalu menjitak kepala belakang korban, memukul lengan kiri dan mencubit korban.

Korban menangis tetapi terdakwa meninggalkan korban didalam kamar dalam keadaan diselimuti sarung lalu mengunci gembok pintu rumah.

Menindak Siapa Sebenarnya Pelakunya

Kuasa hukum Mangara, Dr.Sarbudin Panjaitan, SH yang sempat ditanyai wartawan mengatakan “kami sangat merespon putusan majelis hakim di karenakan tanpa ada 1 alat bukti dari saksi-saksi dan tidak jelas, kalau turun putusan dari mahkamah agung, kami akan menyurati Polres Pematangsiantar untuk menindak siapa sebenarnya pelakunya”.

Lanjut Sarbudin, “Saat itu penyerahan kuncinya ada tenggang waktu 30 menit dan ibu angkatnya ada di dalam rumah itu dan majikannya, kita akan mengusut siapa pelaku sebenarnya. Jadi kita pun tidak membiar terdakwa terkena jerat pembunuhan, itu tidak boleh, dan kita sebelumnya sudah membuat nota pembelaan dan meminta membebasakan terdakwa dikarenakan saksi saksi pun tidak ada nilainya,” Ujarnya. (Robs|Rey)

Baca Juga

Ada Info Pengiriman Narkoba, Polisi Geledah Bus ALS di Mako Brimob

SiantarNews | Siantar,-Satuan Narkoba Simalungun menghentikan bus penumpang Antar Lintas Sumatera (ALS) Nopol BK7463BI ke ...