News Update
Siantar News / Siantar / Ditolak Kampus dan Sempat Gagal, Ini Kisah Pemilik Perusahaan Drone

Ditolak Kampus dan Sempat Gagal, Ini Kisah Pemilik Perusahaan Drone

SiantarNews|Jakarta – Frank Wang mungkin tak menyangka perusahaan drone DJI yang ia dirikan akan menguasai dunia dan ia jadi kaya raya, duitnya Rp 36 miliar atau di kisaran Rp 48 triliun. Padahal dulu, Frank sempat menuai kegagalan dan kehilangan arah. 

Dikutip detikINET dari Forbes, Wang yang lahir tahun 1980 ini awalnya tertarik dengan helikopter sejak masa kanak-kanak, dari buku cerita yang dibacanya. Ia lalu keranjingan membaca tentang pesawat tebang. 

Pada umur 16 tahun, dia dihadiahi helikopter yang dikendalikan dengan remote kontrol karena meraih nilai tinggi saat ujian. Sayang mimpi besarnya untuk kuliah di Amerika Serikat gagal karena nilainya tidak cukup. 

Ditolak dari kampus pilihannya, yaitu Stanford dan MIT, Wang akhirnya kuliah di Hong Kong University of Science & Technology. Tapi sepertinya dia asal masuk dan jadi kehilangan arah. 

Maka, Wang sering bolos kuliah untuk menekuni hobinya, menciptakan sistem penerbangan helikopter mainan. Dia bekerja siang dan malam untuk membuatnya dan menjadikannya proyek kuliahnya. Untungnya, proyek itu mendapat pujian dari dosen. 

Frank Wang

“Aku memang tak bisa bilang dia lebih pintar dari siswa lainnya. Namun performa baik dalam pekerjaan itu tidak bisa dinilai dari ranking yang bagus saat kuliah,” sebut dosen robotikanya, profesor Li Zexiang. 
Sampai tahun 2006, Wang masih menenggelamkan diri dalam kesibukan membuat kontroller perangkat terbang. Lalu bersama dua teman kuliahnya pindah ke Shenzen, ke sebuah apartemen untuk merintis perusahaan DJI. 

Dari situlah Wang membangun DJI hingga menjadi perusahaan drone paling ternama di dunia saat ini. Meskipun banyak halangan merintanginya, yang akan diceritakan dalam artikel selanjutnya.

Nyaris Bubar ditinggal Karyawan

Membangun bisnis biasanya tak mudah, apalagi kalau benar-benar dari bawah dan modal terbatas. Itu juga semoat dialami Frank Wang kala merintis perusahaan drone DJI. 

Bersama dua orang temannya, Wang pada tahun 2006 pindah ke Shenzen, kota yang menjadi pusat industri teknologi di China. Mereka bermarkas di sebuah apartemen yang dibayar dengan sisa uang beasiswa Wang. 

Di situlah DJI bermula dengan modal nekat, dan awalnya menjual komponen flight controllers ke beberapa klien seperti universitas. Komponen itu bisa digunakan untuk membuat drone secara mandiri. 

Penjualan semakin bagus dan membuat Wang bisa merekrut beberapa karyawan. “Aku tak tahu akan seberapa besar pasarnya. Ide kami hanyalah membuat produk, menjualnya ke 10 atau 20 orang dan punya karyawan,” sebut Wang yang dikutip dari Forbes. 

Visi yang tidak jelas dan Wang yang terlalu demanding, membuat karyawan keluar masuk karena tidak betah. Dalam dua tahun, nyaris seluruh manajemen atas sudah bubar. Wang mengakui ia memang kadang menyebalkan dan terlalu perfeksionis. 

Tapi DJI mampu bertahan dan menjual sekitar 20 kontroler per bulan. Dan untungnya bantuan datang dari teman Wang bernama Lu Di. Lu Di ini menanamkan uang USD 90 ribu pada DJI dan memperpanjang napas perusahaan. Saat ini, Lu masih memiliki sekitar 16% saham DJI. 

Sosok lain yang berperan dalam perkembangan awal DJI adalah Swift Xie Jia, yang pada tahun 2010 menjalankan kampanye marketing DJI. Mengendus potensi besar DJI, ia menjual apartemennya untuk berinvestasi di DJI. Sekarang, ia punya 14% saham di DJI. 

Wang akhirnya melebarkan sayap ke mancanegara, menawarkan perangkatnya ke pehobi melalui email, ke Jerman sampai Selandia Baru. Flight kontroller buatan DJI pun semakin canggih. 

Salah Satu Produk Dji Pantom

Pada akhir tahun 2012, DJI akhirnya mampu membuat drone lengkap. DJI Phantom, demikian namanya, diluncurkan pada Januari 2013. Ia bisa terbang cukup lama di udara dan cukup kuat, tidak rusak meskipun terjatuh. 
Mudah digunakan dan solid, Phantom pun meledak di pasaran. Dan selanjutnya, DJI semakin sukses. Sampai saat ini, belum ada yang dapat menandingi mereka di bisnis drone.

Baca Juga

Sedih! Kisah Suami Meninggal Memeluk Jasad Istri Usai Melayat Kerumah Keluarga Di Siborong-borong

SiantarNews|Siantar,- Sepasang suami-istri yang pergi melayat adiknya yang meninggal dunia di Siborong-borong berujung kisah sedih, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!