Siantar News / Headline / Demo Pengemudi Angkot : Kalau bisa yang berbasis online tidak ada !
Demo Pemilik dan Supir Angkutan Kota di Pematangsiantar

Demo Pengemudi Angkot : Kalau bisa yang berbasis online tidak ada !

SiantarNews|Siantar,- Pendapatan menurun, puluhan pengemudi dan pemilik Angkutan Kota yang beroperasi diwilayah Pematangsiantar melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Pematangsiantar, Senin(20/11). Kedatangan mereka berkaitan dengan aktivitas angkutan berbasis online yang diduga tidak memiliki ijin.

Kehadiran puluhan pengemudi tersebut untuk meminta DPRD Pematangsiantar melalui OW Herry Darmawan yang juga adalah Ketua Komisi II didampingi Sekretarisnya Henri Dunand Sinaga, agar menghentikan kegiatan angkutan online tersebut.

Koordinator aksi Jefri Sihite menyebutkan bahwa keberadaan angkutan online yang diduga ilegal sangat merugikan angkutan resmi sehingga pendapatan para pengemudi dan pengusaha Angkot disebut menurun drastis. Para pengunjuk rasa mengaku sebagai perwakilan dari 13 trayek Angkot, diantaranya Siantar Bus, Sinar Siantar, Beringin, GMSS, Ria Jaya.

“Banyak kali kami dirugikan (akibat adanya transportasi online,red), makanya kami meminta untuk dihentikan,” ujar Jefri Sihite.

Pihak pengemudi dan pengusaha Angkot berharap secepatnya ada penyelesaian. Di mata mereka angkutan online dan lainnya ilegal. Dimana, angkutan yang memiliki ijin harusnya berbadan hukum dan menggunakan plat kuning.

“Tidak dikit pengemudi luar datang ke Kota Siantar dengan mengatasnamakan angkutan online. Mereka kan tidak memiliki ijin resmi !. Apa dibenarkan roda dua menerima jasa angkutan ?. Poin di surat kami, masalah perijinan !,” sambungnya lagi.

Para pengunjukrasa menyebutkan bahwa pemilik angkot sebagai pemilik ijin yang sah dan menginginkan kesamaan dalam perizinan. Pengunjuk rasa juga berharap agar transportasi berbasis online tidak ada.

“Kami pemilik angkot merasa memiliki ijin yang sah. Soal perijinan, maunya samalah dengan kami. Kami dari supir ini hanya meminta tanggapan dari bapak-bapak. Kalau bisa yang berbasis online tidak ada. Karena apapun ceritanya yang resmi itu adalah Angkot dan Becak,” harapnya.

(Rey|Rbs)

Baca Juga

Kabupaten Toba Samosir

Setelah 72 tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Toba Samosir akhirnya teraliri listrik

SiantarNews|Tobasa,-Setelah menanti selama 72 tahun sejak Indonesia Merdeka, Masyarakat Desa Sipagabu dan Desa Liattondung Kecamatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!