Siantar News / Headline / Ayah Bejad Jadikan Putri Kandung Budak Seks, Mirisnya Sang Nenek Menutupi
Korban Didampingi Guru Saat Melapor ke Unit PPA Polres Pematangsiantar

Ayah Bejad Jadikan Putri Kandung Budak Seks, Mirisnya Sang Nenek Menutupi

SiantarNews|Siantar,- Tragis, Seorang siswi kelas V SD di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara  sebut saja Indah (11) (nama samaran) mengalami nasib memilukan. Selama setahun lebih, ia mengalami kekerasan seksual. Indah harus melayani nafsu bejat ayah kandungnya berinisial AB.

Aksi bejat tersebut dilakukan ayahnya dirumahnya di daerah Jalan Viyata Yudha , Kelurahan Bah Kapul, Siantar Sitalasari. AB tinggal dirumahnya tersebut bersama korban dan neneknya.

Aksi bejat tersebut diketahui pada selasa,(3/10) lalu, berawal dari salah satu teman korban yang tidak satu sekolah dengannya. Korban menceritakan kejadian yang menimpa dirinya temannya yang juga sama sama duduk dikelas V SD namun berbeda sekolah namun satu komplek. Teman korban ternyata menyampaikan kejadian yang menimpa Indah kepada guru agamanya dan disampaikan kepada sekolah korban.

Wali Kelas korban yang ditemui saat mendampingi korban saat melaporkan kejadian tersebut ke Polres Siantar, Senin (9/10), membenarkan kejadian tersebut dan memperoleh informasi dari teman korban yang berbeda sekolah.

“Kalau kami juga tau dari temannya.Nah, temannya ini juga sama-sama kelas V, sekolahnya di sebelah sekolah kami,” Ujar Wali kelasnya yang namanya tidak ingin dipublikasi.

Saat ditanyakan perihal kebenaran kejadian tersebut, awalnya korban tidak mau berterus terang, hingga akhirnya pihak sekolah berinisiatif  mempertemukan korban dengan temannya yang sebelumnya menjadi tempat curhatnya.

“Pada awalnya anak ini tidak mau cerita. Saat menanyakan hal tersebut banyak guru disitu. Akhirnya kami memanggil temannya curhat tersebut, baru kemudian dia mau mengakui kejadian tersebut”, Tambahnya.

Dihadapan guru-gurunya Indah mengakui bahwa dirinya telah diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri sejak duduk dibangku kelas IV SD dan kejadian tersebut dilakukan diberbagai tempat, saat nenek korban sedang tidak berada dirumah.

“Pengakuannya sudah sering dilakukan, kadang dilakukan di kamar tidur dan diruang TV. Dia diancam ayahnya supaya tidak memberitahukan kejadian tersebut pada orang lain”, Jelasnya lagi.

Untuk mengetahui kebenaran kejadian tersebut, pihak sekolah berinisiatif membawa korban untuk diperiksa di Puskesmas terdekat. Dari hasil pemeriksaan diperoleh informasi kebenaran bahwa korban telah sering mengalami pelecehan seksual.

Akhirnya jumat (6/10) nenek korban akhirnya memenuhi panggilan sekolah, dan pihak sekolah memberitahukan kejadian tersebut kepada nenek yang sudah berumur 80 tahun tersebut. Mirisnya sang nenek yang juga mantan bidan tersebut mengaku sudah lama mengetahui kejadian tersebut.

“Neneknya kita panggil hari Jumat kemarin kesekolah. Nenek itu juga ngaku tau kalau murid kita ini di jadikan budak seks sama ayahnya,” tambahnya lagi.

Parahnya lagi bahkan sang nenek mengetahui bahwa kondisi rahim korban telah rusak akibat perbuatan bejat anaknya. Sang nenek mengaku tidak mau melaporkan kejadian tersebut karena tak mau anaknya masuk penjara.

Akhirnya setelah berkordinasi dengan Dinas Sosial Kota Pematangsiantar, pihak sekolah dan Dinas Sosial sepakat untuk melaporkan ke pihak berwajib, agar pelaku mendapatkan ganjaran atas perbuatannya.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak kepolisian, Kanit SPKT  Polres Pematangsiantar Siantar, Iptu Edy Wirya membenarkan adanya laporan tersebut.

“Tadi sudah kita ambil visum ke rumah sakit bersama petugas Polwan untuk melengkapi bukti. Dan korban sudah di mintai keterangannya diruangan Unit PPA,” Ujarnya. (Rey)

Baca Juga

Pedagang Narkoba Jenis Sabu Ini ditangkap Polisi

SiantarNews|Siantar,-Tidak pernah merasa lelah dalam melaksanakan tugas yang di pikulnya, pihak satuan narkoba polres Pematang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!