News Update
Siantar News / Headline / ABG Asal Tebing 3 Kali Dicabuli di Cafe Tanjung Pinggir, Siantar

ABG Asal Tebing 3 Kali Dicabuli di Cafe Tanjung Pinggir, Siantar

SiantarNews|Siantar,- Anak baru gede (ABG) asal Kota Tebing Tinggi, sebut saja namanya Melati, mengaku  tiga kali dicabuli di salah satu cafe di Jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar. Pelaku cabul disebut FAT, anak dari pemilik cafe, boru P.

Secara bergantian, kuasa hukum Melati, Horas Sianturi SH dan Melati, menyampaikan hal yang dialami Melati di Kantin PT Pos Kota Siantar, Rabu (30/11/2016). Disebutkan, praktik cabul itu terjadi, tidak terlepas dari persetujuan orang tua Melati, Marintan Sianipar yang memberikan izin kepada anaknya untuk bekerja di cafe, serta peran negatif dari media sosial (medsos) facebook.

Sebab, dari Tebing Tinggi, Marintan memberikan persetujuan kepada Melati yang masih berumur 14 tahun, bekerja bersama temannya di cafe yang ada di Kota Siantar. Meski awalnya, Melati hanya sekedar menemani kawannya, Fit. Karena Fit, tidak mau bekerja, bila tidak ada temannya yang mendampingi.

Melati bekerja di sebuah cafe yang beraktivitas dari sore, hingga dini hari. Ia harus berhadapan dengan banyak pria yang sedang mengkonsumsi minuman beralkohol. Seperti minuman jenis bir, tuak dan minuman lainnya.

Apalagi, tugas Melati dalam pekerjaannya sebagai waitress (pelayan) di cafe tersebut. Nyaris setiap malam, Melati bertugas mengantar minuman yang dipesan pelanggan cafe.

Malah bukan hanya itu, Melati juga harus menemani pelanggan, ketika pelanggan cafe sedang menikmati minuman yang dipesan. Ia-pun duduk disamping pelanggan, dan terkadang duduk diantara pelanggan.

Mulai terbiasa dengan suasana malam. Disaaat bersamaan, Melati juga mengenal FAT. Sehari hari, setiap malam FAT sebagai pemain keyboard (organ tunggal), untuk mengiringi lagu yang dibawakan.

Sejak berkenalan, Melati yang masih lugu, mengaku menjalin hubungan kekasih dengan FAT. Hubungan itu-pun “meningkat”, hingga FAT berhasil tiga kali mencabuli (mensetubuhi) Melati.

Perbuatan cabul itu bermula dari chating di facebook. Biasanya, chating dilakukan, setelah cafe tutup, dikisaran jam 01.00 WIB, hingga jam 02.00 WIB. Ketika itulah, FAT menyampaikan bujuk rayunya terhadap korban. Hingga akhirnya, korban bersedia menemui FAT dikamarnya. Apalagi, jarak kamar tidur FAT dengan kamar tidur karyawan cafe, tidak berjauhan.

Saat itulah, dikatakan, FAT berhasil melampiaskan nafsunya terhadap Melati. Dan perbuatan mesum itu kembali terulang, hingga dua kali dikemudian harinya. Juga diawali dengan chating melalui facebook.

Akhirnya, perbuatan cabul itu ketahui Marintan Sianipar, bukan dari putrinya. Melainkan dari “tukang masak” cafe, yang menghubunginya melalui ponsel, dan menyampaikan perbuatan cabul yang dialami Melati.

Beranjak dari informasi itu, Marintan-pun “turun” ke Siantar. Ia menemui anaknya, lalu menemui boru P dan FAT. Saat itu, baik boru P maupun FAT, menyampaikan permintaan maafnya. Lalu menyatakan, siap bertanggung-jawab, dengan cara menikahi Melati.

Hanya saja, oleh Marintan, karena putrinya masih terlalu muda, ia-pun menyarankan agar FAT dan Melati terlebih dahulu bertunangan. Namun belakangan, FAT dan boru P berubah pikiran dan enggan untuk bertanggung-jawab, lalu menantang, kalau mereka siap berhadapan di pengadilan dalam perkara itu.

Tidak senang dengan sikap FAT dan ibunya boru P, hari ini, Rabu (30/11/2016), Marintan Sianipar bersama kuasa hukumnya, Horas Sianturi SH mendatangi Polres Siantar, untuk membuat pengaduan resmi, terkait perbuatan FAT terhadap Melati.

Editor : MGP

Baca Juga

Siang Bolong, Jabret Beraksi di Kota Pematangsiantar

SiantarNews|Siantar,-Dedi Ramadani (25) warga jln sibatu batu blok IX Kel Bah sorma kec Siantar Sitalasari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!