Siantar News / Rohani / Renungan : Allah Mendengar Seruanmu

Renungan : Allah Mendengar Seruanmu

​Bacaan, Mazmur 27:5-6, “Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN”

Dalam hidup ini semakin tinggi jabatan maka semakin banyak pula kewajiban dan tanggungjawab. Orang baek, orang yang saleh, setia, dan taat beriman kepada Tuhan bisa saja justru seringkali banyak menghadapi masalah. Sebab orang baik, orang jujur diperhadapkan dengan kejahatan, kecurangan, tipu daya dari dunia ini. Demkian juga dengan Daud yang menghadapi banyak persoalan dalam hidupnya.
Situasi seperti apa yang dihadapi Daud? Saat Daud dalam pelarian Saul nyaris membunuhnya, pada saat awal perang tujuh tahun antara suku Yehuda dengan suku-suku Israel lain, kemudian Daud lari karena pemberontakan Absalom. Selama perang suku Yehuda terjadi hidup Daud menjadi buronan. Situasi ini yang dipergumulkan Daud sebagai jeritan, keluh kesah, serta ancaman jiwa. Masa pergumulan inilah ia berseru, memuji dan berharap Tuhan membela perkara jiwanya yang tertekan.

Dalam 1 Samuel 22:3, disebutkan ketika Daud lari Saul, ia berkata kepada raja Moab, “Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu apa yang dilakukan Allah kepadaku”. Daud tidak tahu apa rencana Allah, tetapi ia tetap mencari (Mazm 27:8) dan menantikan Tuhan (Mazm. 27:14) sampai ia memahami rencana Tuhan. Mengapa Daud tetap menanti Dia? Karena Tuhan terang keselamatannya (1a), benteng hidupnya (1b). Selama bersama Tuhan, ia percaya Tuhan melindungi dan menyertainya (4-5).

Apa yang dilakukan Daud pada saat ia menghadapi tantangan, dan pergumulan hidup? Dalam teks Mazmur 27 ini, kita melihat Daud berseru dengan memanjatkan doa. Doa Pertama akan pertolongan Allah (27:4-6), Doa Kedua akan pertolongan Allah (27:7-12) – Ketenangan di dalam Allah (27:13-14). Empat bagian tersebut mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada ketenangan tanpa doa, dan doa membawa ketenangan di dalam Allah. Dalam situasi yang sangat sulit seperti itu, Daud berdoa, “Hatiku mengikuti firman-Mu: ‘Carilah wajah-Ku’; maka wajah-Mu kucari,” (27:8), “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, … tuntunlah aku di jalan yang rata ….” (27:11). 

Daud setia mencari Tuhan dan mengikuti jalan-Nya sehingga Daud menjadi tenang di dalam Allah dan menyimpulkan, “Aku tetap percaya” (27:3), “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan ….” (27:13).

Daud adalah teladan hidup yang mencari dan berseru hanya kepada Tuhan ketika ia menghadapi masalah, tantangan, dan ancaman hidup sekalipun. Dia menyadari bahwa Tuhan mampu dan mau menyelamatkan hidupnya dari tangan musuh dan orang jahat. Buktinya seperti pengakuannya dalam ayat 4-5, “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. 

Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.”

Tuhan itu sungguh baik kepada orang yang setia, taat dan berseru menyebut nama-Nya. Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya mati di tangan musuh Tuhan, Ia tidak akan membiarkan kita berjalan tanapa bimbingan dan penyertaan Roh-Nya asalakan kita tetap bersandar dan berseru kepada Tuhan. Fakta sejarah ini kiranya membuat kita menjadi percaya untuk berdoa dan berseru supaya Tuhan menjawabnya. Amin.!

Penulis, Dosen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Baca Juga

Edy Rahmayadi Bantu Hewan Kurban Untuk Warga Korem 022/PT

SiantarNews|Siantar,- Keluarga Besar Korem 022/PT bersama masyarakat melaksanakan sholat Idul Adha 1438 H, bertempat Masjid Asy ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!