News Update
Siantar News / Regional / Medan / Dugaan Kasus Korupsi di YPGMI, Puluhan Pendeta Gelar Demo di Polda
Kasus Korupsi di YPGMI, Puluhan Pendeta Gelar Demo di Poldasu

Dugaan Kasus Korupsi di YPGMI, Puluhan Pendeta Gelar Demo di Polda

SiantarNews|Siantar,- Puluhan pendeta dari Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia (YPGMI) menggelar aksi demo ke Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Rabu (02/11/2016). Puluhan pendeta ini mendesak Kapoldasu Irjen Ryko Amelza Dahniel, untuk mengusut tuntas kasus korupsi dan penggelapan uang di YPGMI.
“Dengan ini kami meminta Kapoldasu agar segera menangkap tersangka penggelapan uang di YPGMI senilai Rp4,9 Milyar. Karena uang itu diperuntukkan sebagai pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa). Apalagi uang tersebut adalah bantuan hibah dari pemerintah RI, melalui Kemenpora,” ujar Simangunsong, moderator dari YPGMI.
Simangunsong mengaku, kasus di YPGMI sendiri telah dilaporkan per tanggal (16/01/2015), dengan Nomor LP/110/K/I/2015, KUHP Pidana pasal 372 dan 374. “Yang kami herakan, koruptor di YPGMI itu sudah membeli tanah di area Bumi Tuntungan Sejahtera, dengan harga sebesar Rp1,2 Milyar. Tapi bukti kepemilikkan kepada YPGMI tidak ada,” jelasnya.
“Kami baru tahu kalau dana YPGMI diselewengkan setelah di audit oleh Akuntan Publik, Laudin Purba dan rekannya. Karena mereka yang mengaudit laporan keuangan YPGMI, wilayah I berdasarkan UU yayasan No 16/2001 dan 28/2004,” sambung pria bermarga Simangunsong itu.
Dia memaparkan, kedatangan puluhan pendeta ini adalah demi mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), dengan Nomor B/1408/V/2015 Reskrim, yang sudah dikeluarkan Polresta Medan di tanggal (07/05/2015).
“Terlapor dinyatakan sudah jelas melakukan tindak pidana. Tapi kenapa Polresta Medan meng-SP3-kan laporan kami alias diberhentikan penyelidikkanya. Yang buat herannya kami, kenapa terlapor bisa tidak dikenakan kasus tindak pidana,” protesnya.
Sementara itu, Humas Poldasu Kompol Lili, telah meminta beberapa perwakilan YPGMI agar membicarakan permasalahan laporan yang dikatakan telah di-SP3-kan oleh Polresta Medan.
“Akan kami pelajari terlebih dahulu laporan YPGMI di Polresta Medan, supaya bisa diambil tindakan lebih lanjut,” kata Kompol Lili. Mendengar ucapan Kompol Lili, puluhan pendeta YPGMI pun membubarkan barisan. (BS04)

Baca Juga

Gerindra Sumut Gelar Rakorda Konsolidasi Hadapi ‘Tahun Politik’

SiantarNews|Medan,- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara menggelar Rapat Koordinasi Daerah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!