News Update
Siantar News / Regional / Medan / Bah, Pelaku Pencurian Kendaraan Motor Yang Tewas Itu Ternyata ber Marga Sihombing
Photo Istimewa

Bah, Pelaku Pencurian Kendaraan Motor Yang Tewas Itu Ternyata ber Marga Sihombing

SiantarNews|Medan,- Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tewas dihajar warga di Jalan Kapten Sumarsono Medan, Selasa (02/05/2017) pagi.Pelaku diketahui bernama Jefri Pandapotan Sihombing, usianya diperkirakan sekitar 25 tahun, warga Jalan Tirtosari, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Informasi dihimpun, kejadian ini diketahui saat korban Rico Putra Parhusip yang kos di Jalan Guru Sinemba, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia sedang duduk-duduk di kamar kosnya di lantai II. Tak lama kemudian temannya, Firdaus Ginting, datang dan memberitahu korban jika dia mendengar suara sepeda motor dibawa keluar dari tempat kos mereka. “Kau tengok dulu keretamu di bawah. Kudengar ada suara Ninja (kereta korban) dibawa keluar,” kata Firdaus Ginting kepada korban.

Saat korban turun ke bawah, sepeda motor Kawasaki Ninja warna biru BK 6803 NAK miliknya ternyata sudah raib.Korban pun meminta tolong kepada penghuni kos dan warga sekitar untuk mengejar pelaku yang belum jauh. “Setelah di Jalan Kapten Sumarsono, (korban yang mencari) jumpa dengan pelaku, langsung diteriaki begal,” jelas Natanael, warga lainnya kepada wartawan di lokasi.

‎Mendengar teriakan itu, warga Helvetia spontan berkeluaran mengepung pelaku yang panik kemudian menjatuhkan sepeda motornya. Tak dapat mengelak, pelaku diringkus warga yang langsung menghajarnya.

Petugas Polsek‎ Medan Helvetia yang mendapat laporan adanya begal dihakimi warga lalu mengamankan pelaku dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara, namun nyawanya tak terselamatkan.“Pelaku yang meninggal bernama Jefri Sihombing, mengalami luka pukulan benda tumpul yang sangat parah di bagian kepalanya,” terang Kapolsek Helvetia Kompol Hendra Eko Triyulianto.

Kapolsek menyebutkan, sebelum tewas, pelaku sempat dibawa polisi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. “Petugas piket Reskrim Polsek Medan Helvetia lalu melarikan pelaku ke RS Bhayangkara Medan. Namun setelah dirawat selama tujuh jam, akhirnya pelaku meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya,” terangnya.

Saat ini jenazah pelaku sudah diserahkan ke pihak keluarga.”Dari HP yang ditemukan di kantong celana pelaku, akhirnya polisi mengetahui nomor HP orangtuanya. Tak lama kemudian orangtua korban tiba di RS Bhayangkara Medan. Mereka menolak dilakukan otopsi atas jasad pelaku, dan langsung membawanya ke rumah duka,” pungkasnya menambahkan.(snw|bs)

Baca Juga

Bus ALS Masuk Jurang , 3 Penumpang Tewas, Diduga Supir Mengantuk

SiantarNews|Peristiwa,- Diduga supir mengantuk, bus ALS jurusan Mandailing Natal (Madina)- Medan dengan nomor polisi BK 7246 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!