News Update
Siantar News / Gaya Hidup / Komunitas / Sanaam Situmorang, Anak Siantar Mengukir Prestasi Bersama Buku

Sanaam Situmorang, Anak Siantar Mengukir Prestasi Bersama Buku

SiantarNews|Sosok,- ​Sanaam Mayta Situmorang telah akrab dengan buku sejak ia kecil. Dalam dunia sastra, ia dikenal dengan nama pena Dreamr. Gadis cerdas kelahiran Pematang Siantar, 10 Mei 1997 ini mengatakan bahwa membaca buku selalu dilakukannya sebagai kegiatan rutin di waktu luangnya. Beruntungnya Sanaam –yang kerap dipanggil Sam– karena memiliki orang tua yang sangat mendukungnya untuk membaca buku dan memahami karya sastra. 

Sejak ia duduk di bangku sekolah dasar, Sam selalu diberikan uang saku setiap bulannya yang khusus untuk membeli sebuah buku. Ia harus menghabiskan dan memahami isi buku tersebut dalam satu bulan. Kemudian, membeli sebuah buku baru lagi di bulan depannya.

Budaya membaca di keluarga Sam membuahkan hasil yang sangat manis. Efeknya tidaklah sepele dan mainstream. Siapa sangka kebiasaan membaca di keluarganya telah mengantarkan gadis berdarah batak ini sebagai delegasi Indonesia di forum generasi muda internasional? Ia telah mengelilingi Indonesia untuk bertukar pendapat dengan generasi muda dari berbagai wilayah demi memberikan suatu perubahan bagi dunia. 

Sanaam Mayta Situmorang 

Ia memiliki banyak sahabat yang berprestasi dari seluruh penjuru dunia. Prestasi gemilangnya tumbuh karena imajinasi, semangat, kecerdasan, dan kreativitas yang dimiliki Sam karena menjadikan buku sebagai teman terbaiknya.
Melalui buku, Sam memahami karya sastra orang lain dan menjadikan dirinya penuh inspirasi. Ia menyadari bahwa membaca buku merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan karena selalu memberikan hal baru pada dirinya. Ia sangat suka mencerna sebuah cerita baru dan memberikannya rasa senang yang tersendiri. Menurut Sam, memahami sebuah karya sastra orang lain akan menjadikannya semakin memahami apa itu karya sastra dan betapa indahnya untuk mendalaminya.

Sam yang masih berumur 20 tahun, sudah menulis tiga buah novel bergenre Romance Thriller karangannya sendiri. Dua buah novel sudah diterbitkan dan satunya lagi masih dalam proses percetakan. Ia merupakan seorang mahasiswi yang sangat aktif di kegiatan akademik dan juga organisasi. Namun, ia juga berhasil menjadi seorang penulis muda yang meraih IPK 3,75 hingga semester empat ini. Tidak hanya itu, Sam juga telah menulis kumpulan cerita remaja bersama teman-temannya. 

Hingga saat ini, Sam telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional hingga internasional karena kemampuan menulis yang dimilikinya. Beberapa kali ia telah memenangkan kompetisi menulis cerpen, essay, puisi, dan menjadi pembicara dalam seminar tentang menulis.

Sam masih memiliki banyak mimpi lagi yang hendak dicapainya karena ia selalu memiliki imajinasi dan semangat yang tinggi untuk terus maju dalam hidupnya. Salah satu cita-cita yang ingin dicapainya adalah menjadi seorang dosen. Ia memiliki kepedulian yang tinggi dengan generasi muda, menurutnya generasi muda di Indonesia seharusnya dapat lebih maju, jauh lebih maju dari yang sekarang ini.

Sam sangat suka menulis. Menurutnya, menulis merupakan realisasi dari imajinasi dan dapat menghibur di kala suasana hatinya sedang tidak baik. Melalui menulis, ia dapat mencurahkan segala keinginan dan perasaan yang ada pada dirinya. Ia juga tidak akan membiarkan waktu luangnya terbuang dengan sia-sia. Ia selalu mengisi waktu luangnya dengan menciptakan sebuah karya.

Sam juga gemar memberikan pesan tersirat di setiap karya yang ditulisnya. Ia tertarik untuk menciptakan karya sastra tentang perempuan, karena menurutnya perempuan di zaman sekarang kebanyakan lemah dan sangat mudah ditaklukkan oleh lelaki, terutama dengan uang. 

Melalui novelnya, ia ingin semua wanita menjadi tangguh dan tidak mudah ditaklukkan. Menurutnya, wanita mampu mengerjakan sesuatu hal yang “lebih” dari lelaki dan membuat lelaki tidak berdaya dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang wanita. Ia juga ingin menyampaikan agar wanita jangan lemah karena cinta. Karena menurut Sam, cinta akan menguatkan semua insan manusia dan tidak akan menjadikan manusia lemah karenanya. 

Sam merupakan sosok anak muda yang menginsiprasi dan dapat menjadi panutan bagi remaja seusianya. Menjadi orang tua yang memiliki anak berprestasi dan tidak takut untuk bermimpi serta meraihnya merupakan suatu pencapaian yang patut diapresiasi. Setelah mengetahui budaya membaca keluarga Sam, kita patut menirunya dan menjadikannya sebagai contoh. Para orang tua dapat menyisihkan pendapatan per bulannya untuk membeli buku. 

Pergi ke toko buku bersama-sama dan memilih buku yang tepat bagi anak dapat menjadi suatu kegiatan rutin yang menyenangkan dan penuh rasa kebersamaan. Kemudian, bisa juga diciptakan sebuah perpustakaan keluarga yang nyaman sebagai tempat semua anggota keluarga berkumpul  untuk membaca dan mendiskusikan sebuah buku. Sangat menyenangkan, bukan?

Mulai dari sekarang, genggam erat buku dan jadikan ia sahabatmu. Jadikan ia sahabat yang dapat mengantarkanmu melihat dunia dan menjadikan duniamu lebih baik. Gali ilmu sedalam mungkin. Sebarkan dan bagikan pada orang lain. Buatlah orang mengetahui tentang hal yang kita tahu. Berbagi ilmu pengetahuan dengan orang lain serta bersifat terbuka terhadap informasi dari semua orang akan menjadikan kita pribadi yang berwawasan luas dan sangat menarik untuk dikenal. Pada akhirnya, buku merupakan hal penting yang tidak akan tergantikan di tengah arus perkembangan zaman.

Sanaam Mayta Situmorang 

Baca Juga

Sedih! Kisah Suami Meninggal Memeluk Jasad Istri Usai Melayat Kerumah Keluarga Di Siborong-borong

SiantarNews|Siantar,- Sepasang suami-istri yang pergi melayat adiknya yang meninggal dunia di Siborong-borong berujung kisah sedih, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!