Siantar News / Pariwisata / Jelang Libur Natal, Objek Wisata Pasir Putih Samosir Masih Sepi

Jelang Libur Natal, Objek Wisata Pasir Putih Samosir Masih Sepi

SiantarNews|Samosir,-Memasuki Libur Natal 25 Desember dan cuti bersama 26 Desember 2017, menyusul libur Tahun Baru 1 Januari 2018 dan libur Sekolah.

Namun, salah satu tempat wisata andalan di Kabupaten Samosir yang biasanya ramai pengunjung di hari libur, yaitu pantai Pasir Putih, Parbaba, Kecamatan Pangururan, masih sepi pengunjung.

“Pengunjung masih sepi bang. Belum ada peningkatan. Puncaknya, biasa pada tanggal 26 Desember,” tutur Monita Sihaloho, karyawan M “88” seperti dilansir gosumut.

Monita Sihaloho yang sudah hampir dua tahun jadi karyawan di warung itu, mengatakan, selain masih sepi pengunjung, Pasir Putih selalu sunyi bila malam sudah tiba.

“Bahkan saat pengunjung ramai, kalau malam, Pasir Putih sudah tidak ada orang. Paling para tamu yang menginap di hotel mau jalan-jalan di sekitar pantai,” kata Monita.

Masih sepinya pengunjung objek wisata Pasir Putih, juga dibenarkan karyawan Raja Hotel yang berdiri di pantai Pasir Putih, Elisa Lori Tambunan. “Belum ramai pengunjung, kamar hotel pun masih kosong. Hari ini, yang terpakai hanya 3 kamar, tamu dari Medan,” jelas Elisa Tambunan.

Dia juga menuturkan, puncak jumlah pengunjung Pasir Putih biasanya pada tanggal 25-26 Desember, dan di saat seperti itu juga, harga kamar penginapan akan naik dari hari-hari biasa.

“Raja Hotel Pasir Putih punya 20 kamar. Biasa tanggal 25 Desember, kamar penuh. Tapi, kalau hari-hari besar, harga hotel akan naik dari hari biasa Rp 350.000/malam, menjadi Rp 600.000-Rp 700.000/malam,” ucap Elisa Tambunan.

Dijelaskan, fasilitas kamar ada televisi, kamar mandi, spring bed, dan serapan pagi yang diantarkan langsung ke kamar. Biaya Rp 350.000/malam, tidak termasuk makan siang dan malam.

Salah satu pengunjung, Lidia Sitanggang warga Bandung yang berkunjung ke Pasir Putih bersama keluarga, terkejut dengan harga makanan dan minuman di objek wisata itu.

“Saya orang ekonomi, saya juga berdagang di Bandung. Berapa sih retribusi pedagang di sini? Satu gelas kopi sampai Rp 6.000. Makanan dan dagangan lainnya juga mahal,” kejut Elisa Sitanggang yang sudah tiga hari di Samosir.

Dia menilai, objek-objek wisata di Samosir susah majunya bila harga makanan, minuman, souvenir, dan lainnya terlalu mahal. Dan berharap, pengelola wisata dan pemerintah daerah memperhatikan hal itu.(Red)

Baca Juga

Hotel Grand Angkasa Medan Berubah Nama Jadi Grand Mercure

SiantarNews|MEDAN-Hotel Grand Angkasa International Medan kini resmi telah berganti nama menjadi Grand Mercure Medan Angkasa. ...