Siantar News / Nusantara / Meski Gunung Agung Erupsi, Luhut: Pertemuan IMF Tetap di Bali
Siluet Gunung Agung di pulau Bali terlihat dari pinggiran pantai Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (21/9/2017). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Siluet Gunung Agung di pulau Bali terlihat dari pinggiran pantai Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (21/9/2017). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Meski Gunung Agung Erupsi, Luhut: Pertemuan IMF Tetap di Bali

SiantarNews|Denpasar – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) pada pertengahan Oktober 2018 tetap digelar di Bali, meskipun hingga saat ini Gunung Agung masih berstatus awas.

“Tidak ada masalah, IMF berjalan seperti biasa karena kami sudah dapat hasil simulasi komputer bahwa kalaupun terjadi erupsi di Gunung Agung, itu hanya sekitar 10 kilometer radius dari puncak yang terdampak,” kata Luhut usai mengikuti ‘high level meeting’ dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan pemangku kepentingan terkait di Gedung Keuangan Negara di Denpasar, Jumat (22/12/2017).

Menurut Luhut, jika nanti terjadi erupsi, diprediksi tidak akan lama. Mungkin hanya satu hingga dua hari. “Kalau itu terjadi, kita sudah ada alternatif ke Banyuwangi dan Surabaya,” ujarnya pada rapat yang juga dihadiri Gubernur Bali, Gubernur BI, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali dan sejumlah tokoh ekonomi maupun pariwisata itu.

Selain itu, lanjut dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memastikan dan berkoordinasi dengan IMF. Sejauh ini, IMF tidak ada masalah. Demikian juga mengenai persiapan sejumlah infrastruktur untuk mendukung “Annual Meeting IMF-World Bank” juga telah berjalan. “Simpang underpass, sudah kami lihat 18-20 persen dan akan selesai sekitar Agustus hingga September 2018,” ucap Luhut sembari menambahkan Patung Garuda Wisnu Kencana juga akan selesai pada Agustus 2018.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan bahwa daerah yang dipimpinnya siap menjadi tuan rumah pertemuan IMF dan World Bank tersebut. “Ini persoalannya kalau airport tutup saja, muntahan lahar sampai di Denpasar pasti tidak,” kata mantan Kapolda Bali itu.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), arah angin secara umum di Bali tidak ada yang mengarah ke selatan maupun barat daya. Kecenderungan mengarah ke timur dan utara.

(Antara)

Baca Juga

Saat Asyik merokok di pinggir sungai, Tulus tewas diterkam buaya

SiantarNews|Peristiwa,-Tulus (40) tewas diterkam buaya saat duduk sambil merokok bersama temannya yang tengah mencari ikan ...