News Update
Siantar News / News Sumut / Deliserdang / Tega ! Tidak Bawa Tanah Subur, Guru SD Ini Justru Suruh Siswanya Jilat WC
Ilustrasi WC

Tega ! Tidak Bawa Tanah Subur, Guru SD Ini Justru Suruh Siswanya Jilat WC

SiantarNews|SERGAI – Dinas Pendidikan Sergai kembali tercoreng akibat ulah R. Marpaung guru kelas 4 SD Negeri 104302 di Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Sergai memaksa muridnya MB untuk menjilati wc.

Peristiwa itu, Jumat (9/3) lalu ketika RM minta seluruh murid kelas 4 untuk membawa tanah subur ke sekolah. Namun MB tidak membawa tanah subur sesuai dengan permintaan sang guru.

Akibatnya, MB disuruh untuk menjilati air dalam wc berada di kamar mandi sekolah tersebut. MB sempat muntah akibat beberapa kali menjilati air dalam wc. Hal itu dibenarkan MB kepada GoSumut.

“Aku nggak bawa tanah subur jadi diminta pilih bawa nasi goreng apa jilati wc. Aku minta jilat wc.”, Ujarnya

Dikatakannya, setelah itu dia dipaksa RM untuk menjilati air dalam wc beberapa kali. Karena tidak tahan akhirnya MB sempat muntah.

“Gak tahan baunya, aku muntah,” bilang MB.

Kasek SD Negeri 104302 tidak berhasil ditemui. Beberapa guru mengatakan, Kasek mereka sedang menghadiri rapat di kantor Dinas Pendidikan.

“Kepala sekolah nggak ada sejak pagi, rapat di kantor dinas,” kilah seorang guru disana.

Sementara Kadis Pendidikan Serdangbedagai, Joni Walker ketika dihubungi mengaku belum mengetahui kebenarannya seperti dilansir dari tribun.

“Kalau masalah benar atau tidaknya ya saya tidak tahulah pastinya. Yang jelas sekarang ini persoalannya sedang kita tangani,”ujar Joni Walker yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya Rabu, (14/3/2018).

Ia menyebut pertama kali mendapat informasi serupa dari salah satu anggotanya yang menjabat sebagai Kepala Bidang. Atas informasi itu ia pun kemudian memerintahkan agar Dinas memanggil Kepala Sekolah dan guru tersebut.

Kadis Pendidikan Serdangbedagai, Joni Walker
Kadis Pendidikan Serdangbedagai, Joni Walker (TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan)

” Gak bisalah karena ada keributan di sekolah itu misalnya langsung kita pecat gurunya. Gurunya itukan PNS mana pula bisa semudah itu memecat PNS. Kita pelajari dululah karena inikan berhubungan dengan sanksi yang akan diberikan nantinya,”kata Joni.

Ia menyadari tidak mungkin semua tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Serdangbedagai sangat baik. Menurutnya untuk yang mungkin telah melakukan pelanggaran akan terus dilakukan pembinaan. Menurutnya banyak faktor yang mungkin dapat mempengaruhi seorang guru sehingga kemudian ada oknum guru yang kemudian bertindak diluar ketentuan.

” Ya pastikan gak mungkin gak ada api kalau ada asap. Kadang karena persoalan SDM (Sumber Daya Manusia)nya juga. Walaupun tenaga pendidik ya bisa saja salah. Kalau sudah salah ya akan kita berikan sanksi pastinya,”katanya.(Rey|GS|Trb)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Selama Seminggu Hanyut di Sungai Aek Sigeaon, Jasad Marga Sipahutar Ini Ditemukan

SiantarNews|TAPUT – Setelah hilang sejak Minggu (3/6/2018), Dippu Sipahutar (45), alias Sude, warga Jalan Tarutung, Kota ...