Siantar News / News Sumut / Sumut / Untuk Pilkada Serentak 2018, KPU Sumut Integrasikan Data Pemilih
Foto : Antara

Untuk Pilkada Serentak 2018, KPU Sumut Integrasikan Data Pemilih

SiantarNews | Medan,-Komisi Pemilihan Umum mengintegrasikan data pemilih untuk pemilihan gubernur dan pemilihan kepala daerah di delapan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.

Upaya mengintegrasikan data pemilih itu digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut melalui Forum Koordinasi Data Pemilih Terintegrasi di Medan, Senin (11/12/2017).

Dalam mengintegrasikan data tersebut, KPU Sumut menghadirikan pimpinan dan anggota yang akan menggelar pilkada serentak yakni KPU Langkat, KPU Deli Serdang, KPU Batubara, KPU Padang Lawas Utara, KPU Padang Sidimpuan, KPU Dairi, KPU Padang Lawas, dan KPU Tapanuli Utara.

KPU Sumut juga menghadirkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Kependudukan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan kelompok mahasiswa peduli Pemilu.

Anggota KPU Sumut Nazir Salim Manik mengatakan, Forum Koordinasi Data Pemilih Terintegrasi tersebut digelar untuk memperoleh data lebih baik dari seluruh pemangku kepentingan.

Dengan pelibatan berbagai instansi pemerintah dan berbagai unsur lainnya, KPU berharap akan semakin mudah dalam memperoleh data pemilih yang lebih akuran.

Forum tersebut juga untuk menyatukan pendapat tentang keberadaan data pemilih, sehingga memepermudah tugas-tugas penyelenggara pilkada dalam memverifikasi data pemilih.

“Kita ingin mencari tahu keberadaan pemilih di pabrik misalnya, pintu pagar mereka sudah terbuka lebar, karena itu kita melibatkan Disnaker misalnya, demikian yang lainnya,” ujarnya seperti dilansir Antara.

KPU juga berkeinginan untuk menata keberadaan warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) namun berada atas situasi tertentu.

Ia mencontohkan keberadaan warga yang menjadi tahanan tetapi berada dalam lapas di daerah lain atau masyarakat yang menjalani rawat inap di RS yang berlokasi di daerah lain.

Kemudian, kata Nazir Salim, dalam forum tersebut, pihakya juga mengingatkan KPU kabupaten/kota guna mengawasi kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

“Ingatkan PPDP agar `door to door`. Jangan mau `coklit` (pencocokan dan penelitian) di warung-warung,” katanya.(Red)

Baca Juga

Hadiri Ikrar Pemenangan Calon, Edy Rahmayadi Mengaku Sudah Jadi Kader PKS

SiantarNews | Jakarta,-Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Edy Rahmayadi mengaku telah resmi mundur ...