Siantar News / News Sumut / Binjai / Polisi Ungkap Penipuan Berkedok Penerimaan CPNS
(Analisa/wardika aryandi) KETERANGAN: Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu didampingi Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno dan Kanit I Pidum, Ipda Hotdiatur Purba memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (15/11).

Polisi Ungkap Penipuan Berkedok Penerimaan CPNS

SiantarNewslKriminal,-Tim Opsnal Satreskrim Polres Binjai mengungkap kasus penipuan dan pengge­lapan uang berkedok penga­daan biaya administrasi pene­rimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Dinas Kese­hatan Provinsi Sumatera Uta­ra, Selasa (14/11).

Dalam kasus ini, polisi meringkus dua tersangka, DS (50), warga Jalan Tangguk Bongkar IX, Kelurahan Me­dan Mandala, Kecamatan Medan Tembung, Kota Me­dan, dan ES (61), warga Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Keduanya ditangkap dari dua lokasi ter­pisah. DS di­tang­kap di lahan garapan Tambak Bayan, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Se­dang ES ditangkap usai dijem­put dari rumahya.

“Pada kasus ini, pelaku utamanya DS, tidak lain man­tan PNS di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, yang lama dipecat. Sedang ES ber­peran mencari calon korban,” kata Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, di­dampingi Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno, dan Kanit I Pidum, Ipda Hotdiatur Purba, saat konferensi pers di ma­­polr­es setempat, Rabu (15/11) siang.

Menurut Kapolres, peng­ungkapan kasus ini tergolong unik, karena dilakukan pihak­nya setelah menindaklanjuti pengaduan dari tersangka ES.

Dalam hal ini, tersangka ES melaporkan kasus peni­puan dan penggelapan uang yang diduga dilakukan DS, menyusul tidak kunjung di­angkatnya anaknya menjadi CPNS, meski telah menyerah­kan uang sebesar Rp125 juta. “Awalnya, kita menangkap tersangka DS atas laporan tersangka ES. Dalam kasus ini, kita mengamankan sejum­lah dokumen dan bukti tran­saksi penyerahan uang,” kata Kapolres.

Namun setelah kasus dida­lami, justru po­lisi menemukan indikasi keterlibatan tersang­ka ES. Bahkan hasil peme­riksaan, diketahui jumlah kor­ban kedua tersangka mencapai 12 orang, termasuk enam kor­ban lainnya dari tersangka DS.

“Motif kejahatannya, murni untuk mencari keuntu­ngan. Sebab menurut tersang­ka DS, untuk bisa menjadi CPNS calon korbannya harus menyerahkan uang Rp 125 juta dengan jenjang pendi­dikan SMA hingga dip­loma III, serta Rp 175 juta dengan jenjang pen­didikan Strata I,” jelas Kapolres.

“Jika dikalkulasikan sejak kedua tersangka mulai be­raksi, atau terhitung sejak 2014 hingga saat ini, total ke­rugian seluruh korban diper­kirakan mencapai lebih dari Rp 2 miliar,” imbuhnya.

Hanya saja menurut Kapol­res, dari 18 korban yang diakui tersangka DS, hanya tu­juh laporan yang diterima pihak­nya. Ma­sing-masing, satu la­poran diterima Unit Sen­tra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Binjai dan enam lainnya di­terima Unit SPKT Polsek Selesai.

“Sejauh ini, kita masih terus mengembangkan kasusnya. Sebab menurut tersangka DS, proses penerimaan CPNS dikoordina­sikannya dengan oknum Kepala Bidang Kese­hatan di Dinas Kesehatan Pro­vinsi Su­matera Utara,” ujar­nya.

“Menariknya lagi, sebagian besar uang itu justru digu­nakan tersangka DS untuk me­­nyewa tanah garapan di lahan HGU PTPN II, untuk ditana­minya jagung,” ujar Ka­­polres, yang mengaku menjerat kedua tersangka dengan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHPidana.(linlanalisa)

Baca Juga

Jalan Lingkar Samosir Dikerjakan Multi Years, Telan Dana 512 M

SiantarNews|Samosir,- Pelaksanaan pembangunan jalan lingkar Samosir sebagai bagian dari proyek penataan infrastruktur destinasi pariwisata Danau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!