News Update
Siantar News / News Sumut / Pemprovsu Belum Miliki Kewenangan Kelola Danau Toba
Danau Toba

Pemprovsu Belum Miliki Kewenangan Kelola Danau Toba

SiantarNews|Medan, -Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) belum mengetahui tugas dan kewenangannya dalam menata Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional. Akibatnya, Pemprovsu belum melakukan apapun terhadap Danau Toba sebagai Kawasan Strategi Nasional (KSN).

Kepala Biro Hukum Setdaprovsu Sulaiman Hasibuan mengatakan, sampai saat ini Pemprovsu masih menunggu apa yang menjadi kewenangan pemprovsu dan kabupaten/kota dalam menata KSN Danau Toba tersebut.

“Kita tidak miliki pergub yang berkaitan dengan otorita, terkait yang mana jadi kewenangan pemprovsu atau kabupaten itu langsung dari pusat,”ujar Sulaiman, Senin (07/11/2016).

Selain itu, lanjutnya, Pemprovsu juga belum menerima susunan pengurus Badan Otorita Danau Toba.

“Susunan pengurus Badan Otorita saja kita belum terima. Siapa tim-nya dan lainnya. Kemarin, infonya sempat ribut karena susunan pengurus seolah-olah tidak melibatkan daerah,” ungkapnya.

Pasca terbitnya peraturan presiden (Perpres) No 46 Tahun 2016 tentang badan otorita pengelolaan kawasan pariwisata danau toba belum terlihat aksi lanjutan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Bahkan terkait susunan kepengurusan Badan Otorita hingga saat ini belum terpublish ke masyarakat.

Sementara itu anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba mengaku akan tetap mengawal proses pengembangan kawasan pariwisata danau toba. Bahkan Parlindungan mengaku akan menggelar pertemuan dengan badan otorita untuk mempertanyakan perkembangannya.

“Saya pikir masterplannya sedang disusun. Sebaiknya memang penyusunan masterplannya juga melibatkan pendapat dari pemerintah daerah,” ujar Parlindungan.

Lebih lanjut dikatakan Parlindungan dirinya cukup optimis kalau pemerintah pusat melalui Badan otorita cukup serius menjadikan Danau Toba menjadi objek wisata kelas internasional.

“Tetapi yang penting orientasinya  bisnis yang dilakukan secara profesional. Saya pikir mereka sedang menyusun masterplan agar sesuai standart internasional. Berpikir positif sajalah. Bukan karena semangatnya mulai kendur,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu Zonny Waldi mengaku kalau tim penataan kawasan danau toba khususnya terkait penanggulangan pencemaran danau belum berjalan. Hal ini dikarenakan tim belum mendapat SK dari Gubsu.

“Sesuai rencana aksi, pembentukan tim ini dulu. Lagi proseslah tinggal menunggu tandatangan pak Gubernurlah,” ujarnya.

Menurut Zonny tim ini nantinya tidak hanya melibat pemerintah daerah sekawasan danau toba tetapi juga pihak kementerian terkait dan tenaga ahli.

“Seperti kita ketahui pencemaran ini salah satunya karena jumlah KJA yang sudah melebihi daya tampung danau. Makanya perlu adanya penataan dan zonasi. Tim inilah nanti yang bekerja,” ujarnya.

Dikatakan Zonny berdasarkan hasil penelitian tiga lembaga yakni Balitbang Kementerian Perikanan dan Kelautan, LIPI, dan Lembaga Independen dari Universitas di Amerika Serikat bekerjasama dengan Pertanian Perikanan Bogor saat ini daya tampung Danau Toba sudah melebihi batas. Menurut Kementerian Perikanan dan Kelautan daya tampungnya 50 ribu ton pertahun. Sedangkan LIPI 35 ribu ton dan lembaga Independen bekerjasama Universitas Pertanian dan Perikanan Bogor sebesar 55 ribu ton pertahun. Sedangkan berdasarkan data yang dimiliki Diskanla Sumut pada tahun 2015 lalu produksi ikan KJA di Danau Toba mencapai 82 ribu ton pertahun.

“Kalau dirata-ratakan saja berdasarkan hasil penelitian ketiga lembaga itu daya tampung danau toba sekitar 40 ribuan ton pertahun. Sementara berdasarkan data eksisting produksi 2015 sudah 82 ribu ton. Artinya memang sudah sangat melebihi daya tampung yang ada,” pungkasnya.(BS)

Editor : Rey

Baca Juga

Survei TII: Medan Kota Terkorup 2017

SiantarNewslJakarta,-Hasil survei terbaru dari Transparency International Indonesia (TII) menyimpulkan kota Medan, Sumatera Utara, sebagai kota ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!