Siantar News / News Sumut / Kapal Bermuatan Pakaian Bekas dari Malaysia Tenggelam
Mayat ABK monza yang ditemukan mengapung di Tanjungbalai, lainnya maish hilang. foto : Riki/Metro Asahan/JPG

Kapal Bermuatan Pakaian Bekas dari Malaysia Tenggelam

SiantarNews|Tanjungbalai,-Insiden mengerikan terjadi terhadap kapal pengangkut ratusan bal pres pakaian bekas (monza) yang tenggelam setelah ditabrak kapal Patroli Bea Cukai di kawasan Pulau Jemur, perairan Batubara, Sabtu (13/5/2017 dini hari.

Akibat tabrakan tersebut, sebanyak 11 anak buah kapal (ABK) kapal penyelundup tersebut terjun ke laut. Dari 11 orang yang dikabarkan terjun ke laut, dua ditemukan tewas mengambang di Perairan Kuala Bagan Asahan, Kabupaten Asahan, Minggu (14/5/2017). Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Rusli alias Uli (36) dan Andika (18).

Informasi diperoleh, Uli merupakan warga Esdenki, Lingkungan I, Jalan Sekata, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara. Sedangkan Andika merupakan warga Jalan Santun, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai.

Menurut Plh Kapos Basarnas Tanjungbalai – Asahan Romy Erwinsyah Putra, kedua korban ditemukan dalam posisi mengambang di permukaan air laut. Kemudian jenazah keduanya dievakuasi ke Panton Bangan Asahan dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai untuk keperluan visum.

“Kedua korban kita temukan di daerah Kuala Sungai Baru, tepatnya di perairan Kuala Bagan Asahan. Lalu kita evakuasi ke RSUD Kota Tanjungbalai,” ujar Romy.

Kapal bermuatan pakaian bekas eks luar negeri tersebut bergerak dari Malaysia, Jumat (12/5) malam dengan tujuan Tanjungbalai. Akan tetapi, saat berada di sekitar perairan Pulau Jemur, kapal kayu tersebut bertemu dengan kapal patroli Bea dan Cukai dari Tanjungbalai Karimun dan diperintahkan untuk berhenti.

Namun, kapal kayu penyelundup tersebut tidak mematuhi perintah, justru mencoba untuk melarikan diri dengan mempercepat laju kapal. Diduga kesal dengan ulah kapal penyelundup itu, kapal patroli bea dan cukai lagsung menabrak bagian lambung kapal kayu yang sarat dengan pakaian bekas seludupan itu. Akibat tabrakan tersebut kapal penyelundup monza itu tenggelam,” ujar Heri salah seorang anggota buruh bongkar di tangkahan tikus di kawasan PT Timur Jaya, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung kepada koran ini, Minggu (14/5/2017).

Menurut Heri, saat kejadian, kapal kayu tersebut membawa 11 ABK. Kabarnya, sebagian dari ABK itu ada yang berhasil diselamatkan kapal patroli bea dan cukai dan dibawa ke Belawan, sebahagian lagi masih dalam pencarian atau hilang.

Sayangnya, Fuad Fauzy, Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Teluk Nibung belum dapat dikonfirmasi terkait dengan kejadian tersebut. Sementara, informasi lain yang diperoleh dari pegawai Kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kabarnya, kapal kayu bermuatan pakaian bekas eks luar negeri itu melarikan diri. Makanya petugas kami melakukan pengejaran. Saat itu lah terjadi benturan antara kapal patroli bea cukai nomor lambung 20008 dengan kapal penyelundup monza. Namun, untuk pastinya, langsung saja kalian hubungi Kantor Bea dan Cukai Belawan, mereka yang lebih mengetahuinya,” ujar pegawai di Kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung, yang memohon namanya tidak dikorankan dengan alasannya dirinya tidak berhak memberikan keterangan pers karena tidak ada perintah dari kepala bea cukai.(snw|pjksatu)

Baca Juga

Jalan Lingkar Samosir Dikerjakan Multi Years, Telan Dana 512 M

SiantarNews|Samosir,- Pelaksanaan pembangunan jalan lingkar Samosir sebagai bagian dari proyek penataan infrastruktur destinasi pariwisata Danau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!