Siantar News / News Sumut / Diduga Gelapkan Uang Perusahaan 1,2 M, Karyawati Ditangkap Polisi
Istimewa

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan 1,2 M, Karyawati Ditangkap Polisi

SiantarNews|Tebingtinggi,- Satreskrim Polres Tebingtinggi menahan dua ibu rumah tangga (IRT) yakni KD alias Al (28), warga Jalan Badak, Lingkungan IV, Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota dan LCC alias Ac (34), warga Jalan Imam Bonjol, Kompleks PT Adei, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, yang diduga menggelapkan Rp1,2 M uang milik perusahaan.

Kasubbag Humas AKP MT Sagala didampingi KBO Satreskrim Iptu Jamintar Butarbutar menerangkan, kedua IRT yang merupakan karyawati PT Deli Sari Murni Tapioka yang berada di Dusun III Desa Paya Pasir Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdangbedagai tersebut diamankan, Selasa (17/01/2017) siang dari kediaman masing-masing.

Sebelumnya, kedua tersangka bekerja di pabrik PT Deli Sari Murni Tapioka, dimana tersangka Al bertugas sebagai kasir, sedangkan tersangka Ac di pembukuan marketing. Namun sejak Januari 2016, kedua tersangka sepakat bekerjasama melakukan penggelapan uang milik perusahaan dengan cara melakukan pemalsuan laporan keuangan hingga perusahaan tersebut mengalami kerugian mencapai Rp1,2 M.

Terbongkarnya kasus penggelapan yang dilakukan kedua tersangka lanjutnya, berawal pada November 2016 ketika pihak perusahaan hendak melakukan audit keuangan. Mengetahui perusahaan akan melakukan audit, tiba-tiba tersangka Al mengajukan surat pengunduran diri ke perusahaan yang kemudian disusul tersangka Ac.

Melihat hal tersebut, pihak perusahaan curiga dan melakukan pemeriksaan keuangan hingga menemukan kerugian perusahaan. Berdasarkan temuan hasil audit tersebut, akhirnya pihak perusahaan melaporkan kedua tersangka ke Polres Tebingtinggi.

Selain kedua tersangka, kita juga telah mengamankan barang bukti berupa 25 lembar FC warna yang telah dilegalisir, buku kas harian bagian pemasukan milik PT Deli Sari Murni Tapioka serta 41 lembar FC warna buku kas harian bagian penjualan ampas PT Deli Sari Murni Tapioka. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 374 subsider pasal 372 dari KUHPidana.

Kedua tersangka mengakui semua perbuatannya dan mengatakan sebahagian uang milik perusahaan yang mereka gelapkan telah dikembalikan.

“Saya sudah mengembalikan uang perusahaan sebesar Rp249 juta dan Ac sebesar Rp250 juta. Sisanya kami gunakan untuk keperluan hidup sehari-hari Pak,” ujar tersangka, seperti dilansir tribratanews.com.(BS)

 

Baca Juga

Jalan Lingkar Samosir Dikerjakan Multi Years, Telan Dana 512 M

SiantarNews|Samosir,- Pelaksanaan pembangunan jalan lingkar Samosir sebagai bagian dari proyek penataan infrastruktur destinasi pariwisata Danau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!