News Update
Siantar News / Nasional / Kemarahan Ratna Sarumpaet Kala Disuruh Nyelam Danau Toba
Kolase Foto Ratna Sarumpaet dan Luhut Panjaitan.

Kemarahan Ratna Sarumpaet Kala Disuruh Nyelam Danau Toba

SiantarNews|Jakarta – Aktivis Ratna Sarumpaet mengungkapkan kekecewaannya atas akan  dihentikannya pencarian 164 korban KM Sinar Bangun di Danau Toba. Ratna juga marah ketika diminta pihak SAR menyelam mencari sendiri korban kapal tenggelam itu.

Saat menyampaikan kekecewaannya, Ratna sempat ribut dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (2/7). Dia juga sempat berdebat dengan salah satu keluarga korban.

“Ini persoalan kemanusiaan! Bukan persoalan kalian! Ini persoalan Tapanuli! Jangan ada yang berani menghentikan sebelum semua mayat diangkat! (Setelah) semua mayat diangkat, baru boleh berhenti,” kata Ratna ke arah Luhut di bawah tenda posko.

Loading...

Sikap Ratna ditanggapi oleh Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan. Dia pun berkelakar meminta Ratna turun sendiri bila tidak setuju dengan keputusan penghentian pencarian korban.

“Itu kami nggak peduli. Suruh saja Bu Ratna nyelam, ha-ha-ha…,” ujar Budiman, Selasa (3/7).

Budiawan menilai semua orang bisa berbicara, tapi Tim SAR memilih banyak bekerja. Dia mengibaratkan Ratna seperti penonton sepakbola yang terlalu banyak berkomentar, sedangkan Tim SAR adalah pemainnya.

“Anggota saya 1.600 menantang (bertaruh) nyawa di Danau Toba. Jangan banyak omong. Kalau hanya omong, semua orang bisa. Bu Ratna saja yang nyelam,” tuturnya.

Ratna berang atas pernyataan Budiman itu. Dia juga mempertanyakan hasil kerja tim dalam 14 hari ini.

“Itu kan kasar, dia tahu nggak, dia kerja 14 hari, satu kain pun dia nggak bisa angkat. Jadi apa itu kebanggaan, apa? Dia bangga? Di Malaysia itu dua tahun, dia baru 2 minggu saja bangga? Jangan berani dia omong begitu sama saya,” sebut Ratna saat dihubungi, Selasa (3/7).

Ratna menyampaikan dia mungkin tidak mengerti tentang teknik pencarian. Namun hak setiap warga negara membela dan menyampaikan pikiran. Ratna lalu menyebut pernyataan Budiman dengan sebutan kampungan.

“Ini negara demokrasi, jangan omong suruh nyelem, nyelem kan nggak ada gunanya kecuali dia ada cara lain yang mungkin dia minta anjuran apa, jangan kasar gitulah, kampungan!” ucap dia.

Bukan cuma Budiman yang terkesan ‘menyerang’ Ratna. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menilai Ratna telah memprovokasi keluarga korban KM Sinar Bangun.

“Sebetulnya Mbak Ratna itu datang di ujung akhir pencarian korban. Jadi wajar kalau dia tidak banyak tahu dan terkesan memprovokasi keluarga korban,” ungkap Ngabalin.

Ngabalin punya penilaian secara umum soal Ratna, yakni sosok yang sering mengkritik yang cenderung bermuatan fitnah. Dia menyindir Ratna yang ribut saat para keluarga korban butuh dukungan semangat karena sedang dirundung duka lantaran sanak familinya karam di kedalaman 450 meter di Danau Toba. Ngabalin menilai Ratna seolah-olah bermain di ‘air keruh’ di Danau Toba.

Pendaftaran UHN Nommensen Medan Klik disini
Iklan!

“Menurut saya, tidak boleh ada yang main di air keruh. Tidak boleh, siapa pun itu,” ujarnya.

Ratna tak terima atas pernyataan Ngabalin itu. Marah karena ucapan tersebut, Ratna menyebut Ngabalin sebagai penjilat.

“Saya sebagai aktivis kemanusiaan, tugas saya datang ketika terjadi kesalahan. Kesalahan itu saya anggap terjadi ketika mereka merencanakan menghentikan (pencarian). Kasih tahu Ngabalin, jangan asal omong saja dia. Dasar penjilat,” tukas Ratna. (Det)

 

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Putus Cinta, Racun Serangga Bertindak

SiantarNews|Jakarta, – Seorang pria berinisial FRS (37), nekat meminum racun serangga merek Baygon lantaran putus ...