News Update
Siantar News / Nasional / Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres, Maruarar: Saya Bilang Pada Fadli Zon, Kau Jangan Galak-Galak, Kalau Kita Bergabung Nanti Repot Kau
Fadli Zon danMaruarar Sirait, dalam diskusi terkait 2 tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Media Center DPR, Jakarta, Kamis 20 Oktober 2016. TEMPO/Grandy Aji
Fadli Zon danMaruarar Sirait, dalam diskusi terkait 2 tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Media Center DPR, Jakarta, Kamis 20 Oktober 2016. TEMPO/Grandy Aji

Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres, Maruarar: Saya Bilang Pada Fadli Zon, Kau Jangan Galak-Galak, Kalau Kita Bergabung Nanti Repot Kau

SiantarNews|Jakarta,-Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait tidak menutup kemungkinan Joko Widodo (Jokowi) bersanding dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2019. Maruarar bahkan pernah mengusulkan hal itu dalam rapat internal PDIP.

“Saya bilang pada Fadli Zon, kau jangan galak-galak. Kalau kita bergabung nanti repot kau,” kata Maruarar dalam diskusi dan pemaparan survei Indo Barometer di Hotel Century, Jakarta, Minggu, (3/12/2017) seperti dilansir Tempo.

Menanggapi hal ini, Fadli Zon yang duduk tepat di samping Maruarar hanya tersenyum sambil tetap melihat ke catatan yang ia pegang.

Menurut Maruarar, hubungan antara Jokowi dengan Prabowo sampai saat ini berjalan baik. Ia mengatakan semua kemungkinan dalam dunia politik bisa terjadi karena perubahan yang sangat dinamis.

Berdasarkan hasil survei Indo Barometer, tercatat Jokowi memiliki elektabilitas tertinggi dengan perolehan 34,9 persen, diikuti Prabowo Subianto dengan 12,1 persen, Anies Baswedan 3,6 persen, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 3,3 persen, dan Gatot Nurmantyo 3,2 persen. Survei tersebut dilakukan kepada 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia.

Untuk hasil pilihan partai politik dalam survei tersebut, PDI Perjuangan masih menempati posisi pertama dengan persentase 30,2 persen. Kemudian disusul oleh Golkar dengan 12,5 persen dan Gerindra dengan 10,8 persen.

Tingginya persentase masyarakat yang memilih PDIP, menurut Maruarar, merupakan buah dari Ketua Umum partai tersebut Megawati Sukarnoputri yang melakukan konsolidasi secara internal.

Jokowi pun, kata Maruarar, berperan sebagai magnet elektoral tersendiri khususnya bagi partai. “Suka atau tidak suka ketokohan Jokowi saat ini sangat kuat,” kata Maruarar. “Persepsi publik bahwa Jokowi kader PDIP juga sangat kuat.”(Red)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Bom Bunuh Diri Tewaskan Pelaku dan Satu Jemaat Gereja di Ngagel

SiantarNews|Surabaya – Dua orang tewas dalam bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katolik Santa ...