Siantar News / Fokus Redaksi / Alamak Gadis Dibawah Umur Bunuh Temannya Gegara Jual Beli Bedak, Ini 4 Fakta Kejadian
Korban Yang Tewas di Semak-semak

Alamak Gadis Dibawah Umur Bunuh Temannya Gegara Jual Beli Bedak, Ini 4 Fakta Kejadian

SiantarNews|Peristiwa,- Seorang siswi SMA berinsial VS yang berusia 16 tahun ditemukan tewas mengenaskan di hutan pantai Ngliyep, kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Muncul dugaan, penganiayaan yang berujung kematian korban, dipicu oleh urusan jual beli bedak secara online.

Dugaan tersebut muncul dari pernyataan sang ayah, Iwanto (45).

Pembunuhan Gegara Jual Beli Bedak

Berikut 4 Fakta terkait peristiwa mengenaskan tersebut

1. Kronologi

Iwanto, mengatakan bahwa pagi sebelum anaknya ditemukan terkapar di hutan dekat pantai Ngliyep, anaknya itu dijemput oleh Nd yang mengaku akan mengajak ke salah satu kafe.

Setelah itu, siang harinya ia mendapat informasi kalau anaknya ditemukan terluka parah di hutan pantai Ngliyep.

Seketika itu, dirinya mendatangi lokasi ditemukan anaknya dan setelah memastikan kebenaran korban anaknya maka langsung dibawa ke RS Kanjuruhan

“Anak saya sempat menyebut satu nama dan sudah kami sampaikan ke bapak polisi tadi,” kata Iswanto.

Dijelaskan Iswanto, pada malam kemarin, antara anaknya dengan temannya berinisial Nd tersebut sempat cekcok mulut soal bedak.

Dia mengatakan, anaknya telah menyerahkan uang sebesar Rp 110 ribu untuk membeli bedak secara online melalui Nd.

Tapi sudah lama bedak pesanan anaknya tidak kunjung dikirim. Hal itu membuat korban dan temanya Nd terlibat cekcok mulut.

2. Korban alami luka-luka

informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan kalau korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

Di antaranya luka sayatan di leher melingkar 15 – 20 cm, luka sayat di perut sepanjang 15 cm dalam 0,5 cm, luka bacok di punggung tangan kanan, punggung tangan kiri, luka bacok di sela tangan kiri.

Korban meninggal dunia dalam perawatan di RS Kanjuruhan Kota Kepanjen Malang dan jenazah langsung di bawa ke RSSA Malanguntuk dilakukan otopsi.

“Kami tadi setelah menerima informasi langsung mengecek korban ke RS Kanjuruhan. Ternyata korban telah meninggal dunia dan langsung kami bawa ke RSSA Malang. Kami belum mendapat data lengkap dan masih dalam penyelidikan saat ini,” tutur Iptu Sutiyo, Kepala UPPA (unit perlindungan perempuan dan anak) Polres Malang.

3. Pelaku masih di bawah umur

Kapolsek Donomulyo, AKP Sardikan, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah mengamankan pelaku tersebut.

Pelakunya sudah ditangkap dan diamankan. Tetapi karena dia perempuan dan masih di bawah umur, maka penyidikan akan kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Malang,” ujar Sardikan.

“Jadi untuk info lebih lanjut, sebaiknya langsung ke Polres,” sambungnyan yang dilansir dari Tribunnews

4. Ayah korban meminta pelaku dihukum seberat-beratnya

Pihaknya mengharapkan pelaku penganiayaan hingga anaknya meninggal dunia segera ditangkap Polisi dan dihukum seberat-beratnya.

Karena bagaimanapun, anaknya tersebut pasti tidak bersalah tapi menerima penganiayaan hingga meninggal dunia.

“Kami tidak terima, pelaku harus dihukum berat,” ucap Iswanto.(Trib)

Baca Juga

Ketua KPU Arief Budiman. (Antara)

Besok, KPU Tetapkan Parpol Peserta Pemilu 2019

SiantarNews|Jakarta,-Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya akan menetapkan partai peserta Pemilu 2019 pada Sabtu (17/2/2018). ...