News Update
Siantar News / Nasional / Aksi Solidaritas Buat Ahok Merembet ke Luar Negeri
Aksi Justice for Ahok di sejumlah kota dunia. ©2017 istimewa

Aksi Solidaritas Buat Ahok Merembet ke Luar Negeri

SiantarNews,-Warga Negara Indonesia (WNI) di Sydney, Perth, Christchurch, Vancouver, Leicester, dan berbagai kota lainnya di dunia ramai-ramai menggelar aksi solidaritas mendukung Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang dibui lantaran kasus penistaan agama.

Di beberapa tempat, seperti Sydney Australia, jumlah WNI yang ikut aksi dukung Ahok ini mencapai hampir 1.000 orang. Para pendukung Ahok ini menggunakan baju berwarna merah dan berkumpul di sebuah taman terbuka di salah satu kota Australia tersebut.

“Ribuan masyarakat Indonesia menyuarakan aspirasinya buat NKRI buat Bhinneka Tunggal Ika. Kami tidak mau berdiam diri lagi. Inilah suara kami, satu suara ‘Justice for Ahok’,” demikian pernyataan yang dibuat kelompok WNI yang berada di Sydney, Minggu (14/5).

Menurut para WNI ini, aksi tersebut bukanlah hanya untuk menuntut keadilan bagi Ahok, namun juga mereka meminta kesamaan hak untuk mendapat kesempatan dan perlakuan sama meski dari suku dan agama berbeda.

“Kami mendukung Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ditegakkan di Indonesia, karena inilah jaminan hak setiap warga negara untuk mendapat perlakuan yang adil. #Sydneyforahok.”

Sementara itu, di Leicester, Inggris, Komunitas Kristen Indonesia (ICC) yang merupakan organisasi di bawah Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Leicester juga melakukan aksi serupa. Dukungan dilakukan pada Sabtu malam waktu setempat.

Menurut Ketua Departemen Sumber Daya Mahasiswa PPI Leicester Silvanus Alvin, aksi ini hanya berupa doa bersama untuk memberikan dukungan moril bagi Ahok menjalani dua tahun masa tahanan.

“Sebagai mahasiswa Indonesia yang belajar di Inggris, kami cukup prihatin dengan kejadian di Indonesia, terutama yang menyasar Saudara Ahok. Leicester merupakan kota dengan tingkat keberagaman paling tinggi di Inggris, the most diverse city dan memiliki slogan Fearless, oleh sebab itu kami mengirim pesan pada saudara Ahok agar Fearless atau jangan gentar dalam menghadapi cobaan ini,” tutur Alvin saat dihubungi merdeka.com lewat pesan singkat.

Para mahasiswa Indonesia di Leicester sendiri berharap Pancasila menjadi dasar utama dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mengharapkan wujud toleransi antarwarga terus dijalankan di Indonesia.

“Semoga Pancasila jadi dasar utama dan dijalankan. Serta seluruh WNI benar-benar menunjukkan perilaku hidup toleransi antarwarga dan menjunjung Bhinneka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Meski di Leicester yang ikut aksi doa bersama hanya berjumlah sekitar 11 orang, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka mendukung mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Di London sendiri, aksi serupa digelar pada sore hari. Semua yang hadir merupakan WNI yang tengah belajar dan bekerja di Negeri Ratu Elizabeth, dan berasal dari berbagai kota di Indonesia, dan tentunya dihadiri lebih banyak pendukung Ahok.

Ahok, panggilan Basuki, dituduh melakukan penistaan agama di Kepulauan Seribu sebelum kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta. Dia menyitir Surat Al-Maidah ayat 51 dan rekamannya diunggah ke situs berbagi video, Youtube. Ucapan dia lantas diperkarakan dan terus bergulir selama berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta. Dia lantas menjadi tersangka, dan perkaranya dibawa ke meja hijau hingga didakwa.

Pada 9 Mei 2017, majelis hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis dua tahun penjara buat Ahok. Hal itu lebih berat ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yakni satu tahun penjara dengan masa percobaan.(mrdk)

Baca Juga

KPU Keluarkan SK Pedoman Pendaftaran 9 Parpol Untuk Pemilu 2019

SiantarNews|Jakarta,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang pedoman teknis pendaftaran 9 parpol untuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!