News Update
Siantar News / Lipsus Pilkada / Soal Dugaan Iming-iming Di Kartu Relawan Paslon, Ini Kata Ketua Panwaslih
Kartu Sahabat TRS-Zainal

Soal Dugaan Iming-iming Di Kartu Relawan Paslon, Ini Kata Ketua Panwaslih

SiantarNews|Siantar,-Kartu Sahabat Paslon Walikota Pematangsiantar, Teddy Robinson Siahaan–Zainal Purba, diduga melanggar aturan Pilkada. Sebab kartu tersebut diduga memuat iming-iming yakni menjanjikan sesuatu untuk membujuk pemilih dengan menjadi relawan  akan mendapatkan prioritas sesuai program unggulan TRS-Zainal apabila terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota.

Dugaan iming-iming dimaksud tertulis di salah satu sisi pada kartu yang dinamai oleh Tim Pemenangan paslon nomor urut tiga sebagai “Kartu Relawan” itu, dalam tiga poin.   Adapun ketiga poin dimaksud, yakni,

(1) Mendapatkan Pekerjaan saat Pabrik Garment dibuka dan prioritas layanan 9 (sembilan) program unggulan TRS – Zainal.

(2) Penyampai informasi kepada Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar, jika masyarakat tidak mendapatkan pelayanan dari Aparatur Pemerintah Kota pematangsiantar.

(3) Sebagai Relawan, pemegang kartu ini akan mendapat bingkisan Hari Raya Keagamaan sesuai dengan kepercayaan masing-masing setiap tahun dan berlaku untuk 1 (satu) periode (5 tahun).

Ketua Panwaslih, Josep Sihombing, yang dikonfirmasi mengenai keberadaan kartu ini mengatakan keberadaan kartu seperti itu tidak dibenarkan. “Secara garis besarnya sebenarnya itu tidak bisa,” kata Josep yang diwawancarai pada Jumat (11/11/2016).

Namun demikian, Josep masih membatasi penilaiannya itu hanya sebagai komentarnya untuk sementara, sebab menurutnya, pihaknya masih perlu melakukan penelusuran lebih lanjut atas kartu tersebut dan berharap adanya laporan pengaduan dari masyarakat. “Dugaan sementara ya tentu tidak boleh, ya dibikin aja laporan aduannya supaya kita pelajari,” jelasnya.

Namun berbeda dengan Josep, salah seorang Tim Pemenangan Paslon Teddy Robinson Siahaan – Zainal Purba, Daulat Sihombing, menolak disebut ada pelanggaran dalam kartu tersebut.

Menurut Daulat, yang tertulis di dalam kartu itu hanya bagian perjanjian internal tim pemenangan paslon. “Kalau sepanjang itu dilakukan satu konsensus sosial, kontrak-kontrak, perjanjian-perjanjian, antara anggota-anggota organisasi, internal kepengurusan kemudian orang-orang yang terlibat di dalamnya, itu sah-sah saja. Nah, pemegang kartu ini adalah relawan, relawan itu adalah struktur terkecil dari organisasi pemenangan tim TRS-Zainal, ” ujar Daulat.

Apalagi, menurut Daulat, hal yang dijanjikan atau perjanjian yang ada di dalam kartu tersebut tidak mengikat secara hukum. “Sepanjang itu tidak mengikat secara hukum, apa yang salah. ini kan soal trusting, percaya sama percaya nya. Kita boleh-boleh aja berjanji untuk tahun 2060, ya kalau memang saya percaya, itu hanya ikatan batin ikatan moral, secara hukum sebenarnya tidak mengikat. Karena teori perjanjian itu salah satu syaratnya adalah objek yang konkrit, ada yang diperjanjikan barang atau harta atau jasa. nah kalau tidak ada objek yang dijanjikan itu itu hanya soal percaya tidak percaya aja,” katanya.

Penulis : SNW07

Editor : DER

Baca Juga

Meski Diguyur Hujan, Pelantikan DPC dan DPAC Partai Demokrat Siantar Simalungun Tetap Semangat

SiantarNews|Siantar,-Partai Demokrat laksanakan pelantikan terhadap pengurus DPC dan DPAC di Siantar tepatnya di lapangan Adam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!