News Update
Siantar News / Headline / Setelah Selesai Perhitungan Suara, TRS dan Wesly Minta Pilkada Dibatalkan
Paslon TRS dan Westo Dikantor Panwaslih

Setelah Selesai Perhitungan Suara, TRS dan Wesly Minta Pilkada Dibatalkan

SiantarNews|Siantar,- Setelah perhitungan surat suara dilakukan dan beberapa TPS di kota Pematangsiantar , sore sekitar pukul 15.00 Wib , pasangan TRS-Zainal dan pasangan Westo mendatangi kantor panwaslih kota Pematangsiantar.

Kedatangan dua pasangan calon walikota Pematangsiantar ini bertujuan untuk mengadukan tindak kecurangan yang menurut pendapat kedua pasangan ini diduga ada kecurangan. Paslon TRS menyampaikam bahwa kemarin mereka telah menangkap salah seorang yang ber KTP Labusel yang membawa tas berisi C6, dan sebelumnya mereka juga telah menemukan KPPS R Nainggolan dan petugas PPS Binsar Saragih dari Kelurahan Siopat Suhu.

“Ada puluhann ribu orang datang ke rumah hulman, tapi Panwas bilang tidak ada apa-apa, kami mengadu karena Panwas adalah tempat pengaduan kami dengan harapan Pilkada berlangsung dengan baik. Kita Bukan memaksakan kehendak kita”, Ucap Teddy kepada Panwas.

Teddy Robinson  meminta agar Pilkada susulan dibatalkan karena menurut mereka berjalan dengan tidak adil, yakni adanya indikasi money politik. “Saya minta supaya ini ditindak lanjuti, pilkada sudah tidak fair dan ini massive harus kita lawan, ini akan menjadi problem nasional, saya minta tolong agar menggambil tindakan, saya minta pilkada dibatalkan,” kata Teddy Robinson.

Senada dengan Teddy , Wesly Silalahi menyatakan dibeberapa TPS suaranya dikatakan tidak sah oleh PPS. “Apa yang diceritakan pak Teddy persis dan sama itu, di kecamatan Martoba di beberapa TPS suara saya itu tidak ada yang sah, dan yang menyatakan suara saya itu tadinya sah datang PPS yang bernama Muhammad Abdul semua tidak sah, dan ini ditulis oleh seorang Polisi, apa fungsi KPPS?”, Tanya Wesly

Lebih lanjut Wesly mempertanyakan hak KPPS menyatakan tidak sah terhadap suaranya. “Apa bisa PPS bisa mengatakan itu tidak sah secara langsung, menurut saya, ini berencana dan sistematik, tidak mau kita lihat Siantar begini dan begini terus,  ke KPU pusat juga akan kami laporkan, supaya dihentikan dan dibatalkan ini, suara saya tidak sah di kelurahan Naga Pita dan Naga Pitu,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan kedua Paslon Joseph Sihombing mengatakan bahwa Panwas bekerja sesuai perturan  dan meminta dibuatkan pengaduan untuk ditindaklanjut.

“Panwas melakukan pekerjaannya dan kewenangan berdasarkan undang-undang, kami menerima semua aduan melalui prosedur yang berlaku, kalau ada laporan harus ada TKP, dan lainnya,  silahkan daftarkan pengaduan, ” sebutnya.

Editor : Rey

Baca Juga

Demo Pengemudi Angkot : Kalau bisa yang berbasis online tidak ada !

SiantarNews|Siantar,- Pendapatan menurun, puluhan pengemudi dan pemilik Angkutan Kota yang beroperasi diwilayah Pematangsiantar melakukan aksi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!