News Update
Siantar News / Lipsus Pilkada / Ribuan Massa Gerilia “Serbu” KPU dan Panwaslih Siantar
Photo : Demo Ratusan Warga Gerilla

Ribuan Massa Gerilia “Serbu” KPU dan Panwaslih Siantar

SiantarNews | Siantar,- Ribuan  massa menamakan dirinya Gerakan Rakyat Lawan Perampok C6 (Gerillia), “serbu” kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Siantar, kantor Panitia Pengawas Pilkada (Panwaslih) Kota Siantar, Jumat (18/11/2016), melalui aksi unjuk rasa.

Ribuan massa  mendesak Panwaslih dan KPU Kota Siantar, untuk membatalkan Pilkada yang sudah digelar dua hari yang lalu. Dengan alasan, banyak kecurangan yang terjadi pada pagelaran Pilkada tersebut. Mereka menuding, kecurangan dilakukan salah satu paslon Walikota dan Wakil Walikota Siantar.

Kehadiran massa Gerilia membuat aparat keamanan repot. Diperkirakan, Polres Siantar mengerahkan 300-an personil TNI dan Polri, baik berpakaian dinas lengkap maupun tidak, untuk mengamankan aksi unjuk rasa dan gedung KPU Kota Siantar dan kantor Panwaslih Kota Siantar.

Tampak sebagian personil, membawa senjata. Begitu juga dengan sejumlah peralatan pendukung lainnya, seperti mobil water canon, mobil rantis dari Brimob, 2 ekor anjing dan lainnya.

Pengamanan unjuk rasa dan lokasi aksi,  dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kota Siantar, AKBP Dodi Darjanto, dibantu Kabag Ops, Kompol Faidil dan sejumlah perwira menengah dan perwira pertama Polri.

Aksi unjuk rasa itu sendiri, dipimpin Ketua Gerilia, Hasanuddin Nasution dan Sekretaris, Zainul Arifin Siregar. Melalui pernyataan pers yang disampaikan Gerilia, disebutkan, salah satu paslon melakukan kecurangan, dengan “menyandera” puluhan ribu formulir C6. Malah paslon itu juga dituding, melakukan “penyanderaan” C6, dengan melibatkan PPS dan KPPS.

Dikatakan, hal itu dilakukan dengan cara, formulir C6 dibawa oknum KPPS ke rumah paslon yang melakukan kecurangan tersebut. Ada juga dengan cara, oknum KPPS menyerahkan secara kolektif kepada tim pemenangan paslon, lalu diserahkan kemudian ke rumah paslon.

Kemudian, ada pula disebutkan, kalau C6 digandakan hingga puluhan ribu, untuk target perolehan suara sesuai yang dibutuhkan paslon. Yang terakhir, sebagian kecil C6 dijemput langsung oleh tim pemenangan paslon dari rumah warga.

Tidak hanya itu, Gerilia juga juga menuding, puluhan ribu C6 yang digandakan maupun yang “disandera”, selanjutnya dibagikan kepada ribuan pemilih “siluman”, yang kehadiran massa “siluman itu, disebut, dimobilisasi paslon dari luar Kota Siantar. Diantaranya dari, Kabupaten Labuhan Batu Selatan.

Sedangkan terhadap pemilih di sejumlah TPS lainnya, yang dinilai sulit “diterobos” dengan pemilih “siluman”, para pemilih disana diberikan uang tunai, atau terjadi praktik money politik. Sehingga, Gerilia menuding, hal itulah yang membuat paslon yang berlaku curang, dapat memenangkan secara mutlak dibanyak TPS.

Terhadap sikap itu, ratusan massa berhasil mendesak KPU Kota Siantar mengirim permintaan Gerilia membatalkan Pilkada Siantar melalui mesin faksimile kepada KPU Provinsi Sumut, di Medan dan KPU RI di Jakarta. Hal yang sama juga dilakukan terhadap Panwaslih Kota Siantar, untuk ditujukan kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) Sumut dan Bawaslu RI.

Selepas pengiriman melalui faksimile dilakukan, ribuan massa membubarkan diri dengan tertib, baik dari kantor KPU Kota Siantar, maupun dari kantor Panwaslih Kota Siantar.

Editor : MGP

Baca Juga

Ngogesa Panggil Pengurus Golkar Usai Mengundurkan Diri dari Cawagub

SiantarNews|Politik,- Usai menyatakan mundur dari pencalonan Wakil Gubernur Sumut, Ketua DPD Partai Golkar Sumut Ngogesa Sitepu, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!