News Update
Siantar News / Lipsus Pilkada / Rado Damanik : Anggota Dewan Seharusnya Mengajari Politik Santun
Rado Damanik (foto;fb)

Rado Damanik : Anggota Dewan Seharusnya Mengajari Politik Santun

SiantarNews|Siantar, Usai penolakan perhitungan Pemilukada susulan Kota Pematangsiantar yang telah tertunda hampir 11 bulan oleh pasangan calon TRS-Zainal dan Wesly-Sailanto mendapat penilaian dari masyarakat. Tak pelak 24 anggota DPRD yang berasal dari partai pendukung paslon tersebut memberikan statemen yang dinilai bias. Tidak sedikit warga kota siantar yang memberi pendapat secara langsung maupun ungkapan di sosialmedia tentang berbagai dinamika yang terjadi. Bahkan, situasi saat ini dikatakan bisa membuat suasana Kota Siantar menjadi kisruh. Para elite politik di DPRD juga diminta jangan membuat sesama warga jadi bentrok.

Terkait Statement 24 anggota DPRD Kota Siantar yang menolak dan memboikot apabila pasangan calon  Hulman Sitorus-Hefriansyah ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Kota Siantar malah menimbulkan bias yang justru akan merugikan rakyat Kota Siantar sendiri.

Rado Damanik, salah satu tokoh muda Simalungun misalnya, saat ditemui kru media  Jumat (18/11) mengatakan, sah-sah saja ke-24 anggota DPRD Kota Siantar membuat resolusi penolakan hasil pelaksanaan Pilkada. Hanya saja pemboikotan itu sama sekali tanpa  dasar hukum dan hanya mengajari masyarakat untuk saling bentrok.

Rado menjelaskan, ke 24 anggota dewan tersebut seharusnya mengajari masyarakat khususnya para paslon yang didukung untuk ikut berpolitik santun dengan cara  menempuh jalur hukum melaporkan kecurangan pelaksanaan Pilkada ke Panwas.

Kemudian bila Panwas tak memproses maka dapat melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Selanjutnya, bila DKPP juga tidak memproses laporan itu masih dapat melapor ke Mahkamah Konsitusi (MK) sebagai peradilan lembaga tertinggi dalam menangani permasalahan pemilu.

“Ke-24 anggota DPRD Siantar itu harus pakai hati nurani, kasihan para calon yang kalah itu dengan membuat melakukan hal-hal tidak benar. Jangan provokasi masyarakat untuk bertindak arogan tetapi politik santun,” ujar Rado mengakhiri.

Editor : Rey

Baca Juga

Demo Pengemudi Angkot : Kalau bisa yang berbasis online tidak ada !

SiantarNews|Siantar,- Pendapatan menurun, puluhan pengemudi dan pemilik Angkutan Kota yang beroperasi diwilayah Pematangsiantar melakukan aksi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!