News Update
Siantar News / Lipsus Pilkada / NasDem evaluasi dukungan jika Ahok tersangka ?
ahok dan paloh. ©2016 merdeka.com/arie basuki

NasDem evaluasi dukungan jika Ahok tersangka ?

SiantarNews|Jakarta,- Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok) tengah dihantam kasus dugaan penistaan agama karena mengutip surah Al Maidah demi pencalonannya beberapa waktu lalu. Imbasnya, parpol pendukung mulai berpikir ulang untuk memberikan dukungan kepada Ahok, salah satunya Partai NasDem.

Anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi mengatakan, kasus Ahok masih akan bergulir dalam jangka waktu yang lama. Menurutnya, nasib Ahok bukan diputuskan melalui hasil gelar perkara hari ini, melainkan melalui keputusan pengadilan.

Partai NasDem, katanya, akan sabar menunggu hasil putusan hakim untuk membuktikan Ahok bersalah atau tidak. Apabila Ahok telah diputuskan bersalah, maka partai NasDem baru akan melakukan evaluasi dukungan.

“Kalau NasDem jelas, bahwa salah atau tidak bukan di tangan kepolisian atau kejaksaan. Salah atau tidak salah itu di tangan hakim. Perkara ini masih sangat lama. Kalau kita memiliki komitmen, perkara ini panjang. Masyarakat harus bersabar. Kalau sudah tersangka, tentu saja NasDem akan mengevaluasi dukungan terhadap Ahok,” kata Taufiqulhadi saat dihubungi, Selasa (15/11).

Anggota Komisi III ini menegaskan, NasDem tidak akan mentolerir jika Ahok ditetapkan tersangka. Terbukti, dari kebijakan NasDem yang meminta kadernya mundur jika terjerat kasus pidana karena tidak sesuai dengan moral dan etika partai.

“Saya rasa kalau sudah tersangka. Itu moral sebuah partai. Dulu ada kader NasDem tersangka ya mundur. Itu bukan sebuah keputusan dalam rapat tapi berkaitan dengan moral dan etika partai,” tegasnya.

Taufiq mengakui partai tidak bisa menarik dukungan terhadap calon kepala daerah yang telah didaftarkan ke KPU. Untuk itu, apabila Ahok terbukti bersalah, NasDem akan menarik diri dalam upaya memenangkan mantan Bupati Belitung Timur itu di Pilgub DKI.

“Apabila dalam tahap sekarang, semua partai tarik dukungan atau tidak itu tidak akan berpengaruh. Kalau kita bilang tarik dukungan, kita tidak kerja lagi, begitu,” pungkasnya.

Sumber : Merdeka

Baca Juga

Ada ‘Bisik-bisik’ internal Golkar, Idrus Plt Ketum dan Yahya Zaini Plt Sekjen

SiantarNews|Jakarta,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketum Golkar Setya Novanto sebagai tahanan. Meskipun dibantarkan karena kondisi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!