News Update
Siantar News / Headline / Ini Yang Terjadi Bila PK Surfenov – Parlin Dimenangkan
Sarbudin Panjaitan

Ini Yang Terjadi Bila PK Surfenov – Parlin Dimenangkan

SiantarNews|Siantar,- Banyak orang yang akan bertanya-tanya, apa kemungkinan yang akan terjadi, bila Surfenov Sirait dan Parlindungan Sinaga (Surfenov – Parlin) memenangkan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Ini dia pendapat hukum dari seorang doktor hukum, Dr Sarbudin Panjaitan MH, yang belum lama ini mendapatkan gelar doktornya dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Katanya, bila saja putusan PK diterbitkan atau ditetapkan MA sebelum tanggal pemungutan suara Pilkada Siantar, maka, hak-hak Surfenov-Parlin harus dipulihkan. Seperti hak mereka sebagai pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikoita Siantar harus dikembalikan.

Sehingga, hak mereka sebagai peserta Pilkada pada tanggal 16 Nopember 2016, harus diberikan oleh KPU Kota Siantar. Maksudnya, bila sebelumnya hanya ada 4 paslon, maka setelah putusan itu, paslon yang mengikuti harus 5 paslon.

Saat dipertanyakan, jika putusan PK itu keluar menjelang tanggal 16 Nopember 2016, katanya, bila putusan itu nantinya ditetapkan tanggal 14 Nopember 2016, sebaiknya KPU Siantar kembali menunda Pilkada Siantar, agar dapat mempersiapkan pelaksanaan Pilkada secara baik dan benar. Karena sulit melakukan Pilkada, jika jumlah peserta (paslon) berubah, dengan waktu tersisa hanya 2 hari.

Sedangkan sebaliknya, bila putusan itu nantinya ditetapkan setelah tanggal 16 Nopember 2016, maka, kemungkinan besar tahapan Pilkada akan terus berlanjut. Karena tidak mungkin lagi mengulang seluruh proses Pilkada.

Hanya saja, negara harus memberikan ganti rugi, baik moril maupun material kepada Surfenov-Parlin. Ia yakin, pengadilan akan mengabulkan permohonan ganti rugi tersebut.

Sarbudin menganalogikan dengan kasus tanah dan sudah pernah terjadi. Sebutnya, seseorang yang memenangkan kasasi dalam perkara tanah. Namun selanjutnya, yang dikalahkan di kasasi, mengajukan PK.

Lalu, yang dikalahkan di kasasi, memenangkan PK. Sehingga yang diperlu diperhatikan adalah status keberadaan tanah tersebut. Apakah sudah dijual ke pihak lain atau belum.

Jika sudah dijual, maka tanah itu tidak dikembalikan ke pemenang PK. Melainkan, pemenang PK, berhak atas ganti rugi senilai harga tanah tersebut. “Jadi, kalau PK ditetapkan sebelum tanah dijual, maka tanah itu dikembalikan ke pemenang PK. Kalau setelah dijual, maka pemenang PK berhak atas ganti rugi senilai harga tanah tersebut,” ucap Sarbudin Panjaitan.

Editor : MGP

Baca Juga

Pacaran Jaman Now, Lima Hari Tak Pulang, Melati Sudah Kehilangan ‘Kegadisan’

SiantarNews|Siantar,- Akibat pergaulan bebas zaman sekarang, seorang gadis merelakan kegadisannya sirenggut oleh pacarnya setelah tak ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!