News Update
Siantar News / Headline / Perang Batu Terjadi Di Siopat Suhu, Berseragam OKP Ngaku Warga Anti Money Politik
Suasana Lokasi Perang Batu (foto: Gunawan)

Perang Batu Terjadi Di Siopat Suhu, Berseragam OKP Ngaku Warga Anti Money Politik

SiantarNews | Siantar,- Sehari menjelang hari pemungutan suara Pilkada Siantar, “perang” batu terjadi di Jalan Mual Nauli, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Selasa (15/11/2016). Hal itu dipicuh informasi dugaan adanya  money politik yang disinyalir akan dilakukan salah satu paslon.

“Perang” batu itu sendiri terjadi antara warga  yang tinggal di Jalan Mual Nauli, dengan ratusan warga yang mengaku anti money politik di Pilkada Siantar.

Saat itu, warga yang mengaku anti money politik memasuki Jalan Mual Nauli, untuk menghentikan atau menghimbau masyarakat, agar tidak mengumpulkan undangan memilih, berupa formulir C6. Untuk kepentingan itu, warga anti money politik, menyampaikan hal itu dengan menggunakan alat pengeras suara.

Adapun, warga anti money politik, sebagian mengenakan seragam organisasi kepemudaan, Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI). Sedangkan yang lainnya, tampak berada dilokasi, Ketua IPK (Ikatan Pemuda Karya) Kota Siantar, Daniel Silalahi, Ketua Partai Golkar, Mangatas Silalahi, Wakil Ketua Partai Golkar, Muktar Efendi Tarigan dan lainnya.

Ketika seruan untuk menghentikan aktivitas pengumpulan C6 dilakukan, warga sekitar  yang tinggal di Jalan Mual Nauli, melakukan penghadangan. Dengan membawa sejumlah senjata tajam berupa parang atau kelewang.

Tidak hanya itu, lemparan batu juga dilakukan. Hingga membuat warga anti money politik berlarian keluar dari Jalan Mual Nauli. Lalu melakukan aksi lemparan balasan. “Perang” batu-pun terjadi disana, sekira jam 09.30 WIB.

Tidak beberapa lama kemudian, ratusan personil Polres Siantar, dibantu personil Brimob dan personil TNI, dengan bersenjata lengkap, tiba dilokasi, untuk menghentikan kericuhan. Konsentrasi massa, berhasil dipecah aparat keamanan.

Dua warga yang mengaku tinggal Jalan Mual Nauli, Dodi Sijabat dan Edy Harahap menyampaikan, mereka berkeberatan dengan aksi warga anti money politik. Karena saat ini, dalam keadaan minggu tenang menjelang Pilkada Kota Siantar. Sehingga, mereka tidak terima dengan seruan penghentian pengumpulan C6.

Edy Harahap mengakui, kalau mereka membawa kelewang untuk menghadang aksi warga yang ia sebut, mengganggu ketentraman tempat tinggalnya. “Kami bawalah kelewang. Lari orang itu,” sebut Edy Harahap.

Sementara itu, Wakil Ketua Partai Golkar, Muktar Efendi Tarigan menyebutkan, kehadiran dirinya bersama yang lainnya ke Jalan Mual Nauli, karena mendengar, ada C6 yang dikumpulkan di jalan itu. Lalu C6 itu disebut, akan ditukarkan dengan uang yang nilainya ratusan ribu rupiah.

Berdasarkan informasi itulah, mereka bergerak, untuk menghimbau, agar C6 tidak dikumpulkan. Melainkan, supaya dikembalikan kepada pemilih saat itu juga. Dengan harapan, Pilkada Siantar berjalan bersih dan jujur, tanpa money politik. “Jadi kami kemari menghimbau untuk tidak dilakukan pengumpulan C6”, Ujarnya.

Editor : MGP

Baca Juga

Meski Diguyur Hujan, Pelantikan DPC dan DPAC Partai Demokrat Siantar Simalungun Tetap Semangat

SiantarNews|Siantar,-Partai Demokrat laksanakan pelantikan terhadap pengurus DPC dan DPAC di Siantar tepatnya di lapangan Adam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!