News Update
Siantar News / Internasional / Menu ‘Ayam Panggang Matahari’ di Thailand, Unik dan Dijamin Lezat

Menu ‘Ayam Panggang Matahari’ di Thailand, Unik dan Dijamin Lezat

SiantarNews,-Kreativitas memang tidak terbatas. Termasuk dalam soal masak-memasak. Bukan cuma dari bahan, tetapi juga cara mengolahnya.

Seperti dilakukan oleh seorang tukang masak asal Thailand, Sila Sutharat (60). Dia unjuk kebolehan teknik memasaknya dengan menggunakan sinar matahari buat memanggang ayam.

Seperti dilansir dari laman AFP, Senin (15/5), Sila membuka rumah makan khusus menjual ayam panggang di Provinsi Petchaburi, selatan Bangkok, Thailand. Dapur yang biasanya berada dalam ruangan tertutup dan penuh rahasia, berbanding terbalik dengan milik Sila. Dia lebih memilih pekarangan warungnya buat mengolah masakan.

Di sana, dia membuat sendiri tempat panggangan dan ‘kompor kaca’ kreasinya. Kaca itu berjumlah sekitar seribu dan bisa bergerak tertata di rangka buatan sendiri. Sinar matahari itu nantinya dipantulkan langsung ke panggangan.

“Orang-orang bilang saya gila dan enggak akan bisa masak ayam dengan cara begitu. Namun, lama-lama mereka mengakui ternyata bisa juga ya,” kata Sila.

Menurut Sila, memasak menggunakan sinar matahari sama saja seperti memanggang di atas bara api. Sebab, sinar matahari juga mengandung panas yang sama. Dia membutuhkan 12 menit sampai ayam itu matang. Namun, Sila mesti menggunakan baju lengan panjang dan topeng anti sinar ultraviolet. Sebab, hal itu berbahaya jika terlihat langsung dalam waktu lama.

Sila mengaku idenya datang saat dia sedang berada di dalam bus 20 tahun silam. Ketika berpapasan dengan bus lain, ada cahaya matahari memantul dan mengenainya. Mulai dari sana dia melakukan uji coba.

Beruntung, karena tinggal di kawasan tropis, maka sinar matahari selalu tersedia setiap hari, kecuali pada musim hujan. Dia lantas putar otak supaya caranya berhasil. Di samping itu, Sila berpikir cara memasaknya bisa lebih ramah lingkungan. Sebab, dia tidak lagi bergantung dengan bahan bakar seperti kayu, minyak tanah, atau gas.

“Karena semakin lama harganya malah tambah mahal. Mending pakai sinar matahari. Saya bisa berhemat dan mengurangi polusi,” ujar Sila.

Soal rasa, Sila berani menjamin ayam panggang sinar matahari racikannya lebih nikmat, ketimbang dimasak dengan cara tradisional di atas arang. Kini dalam sehari, warungnya bisa menjajakan hingga empat puluh ekor ayam panggang. Para pelanggan juga mengakui kalau ayam panggang di sana memang enak.

“Ini enak. Ayamnya besar, tapi tidak gosong dan dagingnya tidak berbau arang,” kata seorang pelanggan tetap Sila, Thanyarat Kaewpaleuk.(mrdk)

Baca Juga

Gadis AS Jual Keperawanan Rp 39 M ke Pengusaha Abu Dhabi

SiantarNewslBerlin,-Seorang gadis berusia 19 tahun di Amerika Serikat (AS) menjual keperawanannya seharga 2,5 juta euro ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!