News Update
Siantar News / Internasional / Berfoto Bergaya NAZI dengan Hitler di Museum Yogyakarta, Organisasi Yahudi Sebut Latar belakangnya menjijikkan
Foto: Instagram/@han_side
Foto: Instagram/@han_side

Berfoto Bergaya NAZI dengan Hitler di Museum Yogyakarta, Organisasi Yahudi Sebut Latar belakangnya menjijikkan

SiantarNews|Jakarta – Organisasi Yahudi Amerika Serikat (AS) muak dengan pemandangan sebuah museum di Yogyakarta (Jogja).

Dalam sebuah foto yang menyebar online, bocah-bocah terlihat berpose ala penghormatan ala NAZI dengan latar belakang patung lilin pemimpin diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler.

Melansir Okezone, Foto bocah-bocah itu berlatar belakang spanduk bergambar kamp kematian Auschwitz yang dibuat dengan efek visual. Museum di Yogyakarta itu bernama De MATA De ARCA.

”Segala sesuatu tentang itu salah. Sulit untuk menemukan kata-kata karena betapa hina hal itu,” kata Rabbi Abraham Cooper, petinggi asosiasi dari Simon Wiesenthal Center di AS, yang mendukung kampanye perlawanan anti-Semitisme dan Holocaust, seperti dikutip AP, Sabtu (11/11/2017).

”Latar belakangnya menjijikkan. Ini mengolok-olok korban yang masuk dan tidak pernah keluar,” ujar Cooper merujuk pada setidaknya 1,1 juta tahanan yang meninggal di kompleks kamp pembantaian terbesar Nazi di Auschwitz antara tahun 1940-1945.

Menurut Warli, Marketing Manager Museum De MATA De ARCA, tokoh Hitler mendapat perhatian khusus para pengunjung. ”Tokoh Hitler adalah salah satu favorit bagi pengunjung kami,” katanya.

“Sebagian besar pengunjung kami bersenang-senang karena mereka tahu ini hanyalah sebuah museum hiburan,” ujarnya.

Warli menambahakan bahwa museum di Yogyakarta itu belum mendapat keluhan mengenai gambar yang dipamerkan sejak tahun 2014 tersebut. Namun, dia mengetahui sejarah kejahatan yang dilakukan Hitler.

Human Rights Watch (HRW) juga mengecam instalasi di museum itu dengan menyebutnya sebagai pemandangan memuakkan.

Cooper mengkritik bisnis yang mengeksploitasi tema Nazisme untuk meraup pendapatan. Tindakan seperti itu, kata dia, tidak dapat dimaafkan.

Setelah mendapat protes dari organisasi Yahudi AS dan kelompok HAM, pihak museum berjanji akan membahas seruan untuk menghapus figure Hitler dengan manajemen dan pemiliknya.

”Kami akan mengikuti saran terbaik dan respons dari masyarakat. Biarkan orang menilai apakah karakter itu baik atau buruk,” kata Warli.(Red)

Baca Juga

Fatwa Ulama Saudi Bolehkan Muslim Salat di Gereja

Siantarnews|Internasional,-Seorang ulama senior Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam boleh salat di mesjid mana ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!